JombangBanget.id - Direktur BUMDesma di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang Abdul Rosyid tak menampik seluruh bantuan sapi dan ayam petelur dari Kemendes PDTT kini sudah tidak ada di kandang.
Ia berdalih usaha peternakan tersebut gagal lantaran terus merugi.
”Sejak bulan April kegiatan berhenti, karena keberatan warga bau kotoran dan lalat, kemudian juga hasil usahanya juga merugi,” terang Rosyid kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (18/7).
Pihaknya menyebut, ratusan ekor ayam petelur yang sempat dikembangbiakkan juga mati setelah terkena penyakit flu burung alias Avian Influenza (AI).
Sementara 10 sapi yang sempat dipelihara, nasibnya juga tak jauh berbeda.
”Beberapa ayam mati kena virus AI, beberapa hidup. Untuk sapi mati sekitar 6 ekor, dikarenakan anak kandang (penjaga) yang kami percaya kurang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Kondisi itu, lanjut Rosyid, membuat biaya operasional pemeliharaan kandang akhirnya mengalami defisit dan kerugian.
Bahkan, pihaknya menyebut sisa sapi yang masih hidup akhirnya dijual untuk menutupi kerugian.
”(Sapi yang tersisa,Red) dijual untuk menutup kerugian operasional kandang,” tambahnya.
Ditanya terkait kondisi kas keuangan BUMDesma, Rosyid tak menyebut pasti jumlahnya.
”Dana masih ada sedikit, namun kegiatan usaha masih dberhentikan dulu dan menganalisa kegiatan usaha yang memungkinkan dengan dana yang tersisa,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz