Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Muharram, Bulan Muhasabah Diri

Rojiful Mamduh • Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:00 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang, Gus As'ad Nawawi Alhafiz, menjelaskan pentingnya muhasabah diri.

’’Muharram ini merupakan tahun baru. Harus kita manfaatkan untuk muhasabah agar 11 bulan ke depan kita semakin baik,’’ tuturnya.

Muharram merupakan salah satu bulan mulia. Sebagaimana disebutkan dalam QS Attaubah ayat 36.

Muhasabah berasal dari kata hasaba yang berarti menghitung atau mengevaluasi.

Muhasabah berarti mengoreksi diri terhadap amal perbuatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu memperhatikan apa yang telah diperbuat. Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhasyr 18.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah SWT.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.

Sedangkan orang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan terhadap Allah.

Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal itu ditimbang.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Seorang mukmin adalah penjaga dirinya.

Baca Juga: Binrohtal: Zuhud, Jalan Dicintai Allah dan Manusia

Ia menghisab diri karena Allah. Hisab itu menjadi ringan bagi kaum yang menghisab dirinya di dunia.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menulis: Muhasabah adalah cermin bagi seorang hamba untuk melihat cacat dirinya, lalu memperbaikinya.

Barang siapa tidak bermuhasabah, maka ia akan tertipu oleh amalnya sendiri.

Ibrahim bin Adham, seorang wali besar dari tabi’in, pernah ditanya: Apa sebab doa kami tidak dikabulkan?

Beliau menjawab: Karena kalian mengenal Allah, tetapi tidak menaati-Nya.

Kalian membaca Alquran, tapi tidak mengamalkannya. Kalian mengaku cinta Rasul, tapi meninggalkan sunnahnya. Kalian tahu dunia fana, tapi kalian mengumpulkannya.

Kalian tahu akhirat itu nyata, tapi kalian tidak mempersiapkannya. Kalian tahu neraka itu ada, tapi kalian tidak lari darinya.

Kalian tahu surga itu hak, tapi kalian tidak mengusahakannya. Kalian tahu kematian pasti, tapi kalian tidak mempersiapkannya.

Maka bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan doa kalian?

Kata-kata tersebut adalah bentuk muhasabah yang sangat mendalam.

Muharram adalah momen tepat untuk merenungkan sejauh mana kita telah menepati perjanjian kita dengan Allah SWT. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Muhasabah Diri #Polres Jombang #muharram #masjid #Binrohtal #Jombang