JombangBanget.id – Setelah berulangkali tanaman tembakaunya rusak tergenang banjir, petani di wilayah utara Sungai Brantas tak menyerah.
Mereka kembali menanam tembakau lantaran yakin curah hujan sudah menurun.
Saat ini luas tanam tembakau sudah mencapai sekitar 4.066 hektare.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Ronny mengatakan, luasan tanam tembakau petani di wilayah utara Brantas meningkat.
”Melihat kondisi cuaca yang sudah masuk musim kemarau, petani wilayah Utara Brantas kembali menanam tembakau,” ujar Kepala Disperta Jombang M Ronny saat dikonfirmasi, Jumat (11/7).
Dirinya menyebutkan, pada Mei kemarin luasan tanaman tembakau hanya seluas 2.790,75 hektare.
”Sepanjang Juni kemarin, luasan tanam tembakau meningkat seluas 4.066 hektare,” imbuhnya.
Dirinya memerinci, ribuan hektare luas tanam tenbakau tersebar di Kecamatan Kabuh 1.895 hektare.
Kecamatan Kudu 1.093 hektare, Kecamatan Ngusikan seluas 90 hektare, Kecamatan Plandaan seluas 123 hektare.
”Kecamatan Ploso sendiri seluas 856 hektare,” tegasnya.
M Rony tak menampik, para petani di wilayah utara Brantas memang lebih suka menanam tembakau daripada mengganti dengan tanaman lainnya.
Baca Juga: Tanaman Tembakau Terendam Banjir, Petani di Jombang Rugi Puluhan Juta Rupiah
”Para petani tetap memilih menanam tembakau meski harus mundur,” terangnya.
Dirinya menambahkan, memang ada beberapa petani yang mengganti tanamannya seperti menanam cabai dan lain sebagainya.
”Hanya sebagain seperti petani di Kecamatan Plandaan mengganti tanam cabai dan padi,” pungkas Rony.
Sementara itu, sebagian petani kembali mencoba peruntungannya menanam tembakau. Mereka meyakini curah hujan sudah tidak tinggi dibandingkan awal bulan lalu.
”Ini sudah mulai tanam baru lagi. Karena kelihatannya sudah masuk musim kemarau,” ujar Suyanto salah satu petani asal Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh.
Terlebih lagi, bibit yang ia siapkan juga sudah siap untuk ditanam kembali. ”Memang bibitnya juga sudah siap untuk ditanam juga,” bebernya.
Dirinya mengungkapkan, sebelumnya petani juga sudah menanam tembakau. Karena itensitas hujan masih tinggi, sehingga banyak tanaman tembakau yang mati.
”Bulan kemarin sudah tanam tapi banyak yang gagal panen. Ini mulai tanam lagi,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, meski sudah merugi karena cuaca ekstrem, dirinya tetap memilih menanam tembakau.
”Ya meski beresiko menanam tembakau apabila cuaca tidak menentu. Tapi apabila untung, untungnya cukup besar,” tegasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz