JombangBanget.id - Ustad Hasanudin, menjelaskan pentingnya mengawali tahun baru hijriyah di bulan Muharram ini dengan tobat.
’’Muharram termasuk empat bulan mulia yang disebutkan dalam QS Attaubah 36. Ini juga permulaan tahun. Permulaan yang penuh tobat adalah isyarat dari akhir yang penuh rahmat,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (11/7).
Dalam kitab Al-Hikam Ibnu Athoillah disebutkan; Termasuk tanda keberhasilan di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di permulaan perjalanan.
Jika seseorang memulai hidupnya, amalnya, atau perjalanannya dengan tobat, kembali kepada Allah, dan kesungguhan dalam ibadah, maka akhir perjalanannya—baik di dunia maupun di akhirat—akan dipenuhi dengan taufik dan keberhasilan.
Muharram bukan hanya pergantian waktu, tapi permulaan rohani bagi setiap muslim.
Inilah saat yang sangat tepat untuk ’’ar-ruju’ ilallah’’ (kembali kepada Allah SWT).
Jika kita mengawali tahun ini dengan istighfar, puasa, niat hijrah menuju kebaikan, dan mendekat kepada Allah SWT, maka akhir tahun kita—dan bahkan akhir hidup kita—akan diberkahi dengan keberhasilan.
Awal kalender Hijriyah ditandai dengan peristiwa hijrah—bukan kelahiran Nabi atau kemenangan perang.
Ini mengajarkan bahwa: Awal yang baik adalah berpindah dari keburukan ke kebaikan, dari dunia ke akhirat, dari ego ke tauhid.
Siapa yang di awal hidupnya berpindah (hijrah) menuju Allah SWT, akan diberikan husnul khatimah (akhir yang baik) oleh Allah SWT.
Dalam hikmah lain Ibnu Athoillah menulis: Amalanmu itu seperti tubuh, sedangkan rohnya adalah keikhlasan.
Baca Juga: Binrohtal: Mendidik Perempuan Sama dengan Mendidik Dua Generasi
Jika kita mengawali tahun dengan amal yang ikhlas, maka roh tahun itu akan hidup dan penuh berkah.
Jika awal tahun ini kita isi dengan kesadaran, kembali kepada Allah, memperbarui niat, dan meninggalkan dosa, maka akhir tahun dan akhir hidup kita akan penuh kemenangan.
Ini juga menanamkan harapan bahwa tidak ada kata terlambat. Yang paling penting adalah kita memulai dari sekarang.
Suatu ketika, Hasan Al-Bashri rahimahullah—seorang tabi'in agung—melihat orang-orang memperbanyak puasa dan zikir di bulan Muharram.
Beliau berkata: Sungguh beruntung orang yang menjadikan awal tahunnya sebagai awal tobatnya.
Barang siapa yang membuka tahunnya dengan taat, maka akan ditutup juga dengan taat.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali menulis: Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
Awali dengan tobat dan amal saleh, niscaya Allah SWT akan memperbaiki akhir kita.
Syekh Abdul Qadir al-Jilani berkata: Barang siapa memuliakan bulan-bulan haram, Allah SWT akan memuliakan hatinya dengan cahaya iman. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz