Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Perpadi Jombang Dorong Pemerintah Salurkan Beras SPHP dan Bantuan Pangan, Buntut Harga Beras Naik

Ainul Hafidz • Jumat, 11 Juli 2025 | 01:01 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

JombangBanget.id – Lonjakan harga beras di pasaran mendapat respons dari Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).

Mereka mendorong pemerintah segera menggelontorkan beras program SPHP atau operasi pasar serta bantuan pangan untuk menstabilkan harga beras.

”Pemerintah bisa menekan harga dengan operasi pasar, dan menggelontorkan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta bantuan pangan. Kalau bisa secepatnya, sebelum urgent,” kata Ketua Perpadi Jombang M. Soleh kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (9/7).

Disinggung terkait awal panen musim ini harga jual gabah tinggi atau melampaui HPP, Soleh menilainya hal yang wajar.

Pihaknya juga melakukan penyerapan gabah di atas HPP.

”Jadi hari ini (kemarin) kami membeli Rp 7.200 per kilogram, sementara GKG Rp 8.000 per kilogram,” terangnya.

Pihaknya juga turut serta melakukan penyerapan gabah hingga ke tingkat petani.

”Iya, itu sudah menjadi pekerjaan kami. Yang jelas, jangan sampai harga di bawah HPP. Sekarang sudah di atas HPP, karena awal panen pasti naik,” imbuh dia.

Menurut Soleh, ada banyak dampaknya ke harga beras.

”Beras ke konsumen sekarang agak mahal, mau tidak mau dengan sendirinya beras ikut naik. Tetapi, jangan sampai beras medium itu Rp 14.000 per kilogram, kasihan konsumen,” tutur Soleh.

Salah satu yang menjadi problem, menurut Soleh, karena beberapa penggilingan kini sudah tak punya lagi stok.

Baca Juga: Serapan Gabah dan Beras Terbaik, Pemimpin Cabang Perum Bulog Mojokerto M Husin Diganjar Penghargaan Perum Bulog Pusat

Usai panen sebelumnya ikut serta membantu penyerapan ke pemerintah.

”Menurut saya pribadi, kemarin banyak swasta ikut membantu pemerintah, otomatis sekarang serapan cadangan mereka kurang. Makanya berapapun harga gabah sekarang dibeli,” ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, tak menampik adanya kenaikan beras baik medium dan premium.

Tidak hanya di Jombang, kenaikan juga terjadi di daerah lain. Pihaknya memprediksi, kenaikan harga ini lantaran belum masuk panen raya.

”Tidak hanya di Jombang yang mengalami kenaikan harga, di daerah lain harga beras juga naik,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo saat dikonfirmasi.

Dirinya menambahkan, kenaikan harga sama. Untuk beras medium HPP(harga pokok penjualan) sebesar Rp 12.700 per kilogram (kg) menjadi Rp 14.000 per kg.

”Rata-rata kenaikan hingga Rp 1.000 lebih,” terangnya.

Dirinya memprediksi, kenaikan harga ini dikarenakan belum memasuki musim panen raya.

Sehingga beras dari Bulog SPHP belum ada di pasaran.

”Karena beras Bulog belum ada, jadinya naik. Tapi untuk stok beras masih aman,” ungkapnya.

Wignyo mengaku, sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan operasi pasar pada bulan Mei hingga Juni untuk menekan harga sembako.

”Rencananya kami melakukan operasi pasar kembali pada Agustus mendatang,” pungkasnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #bantuan pangan #harga beras #penggilingan #harga beras naik #Pengusaha Beras #stok beras #Beras sphp #pasokan beras #Jombang #perpadi #SPHP #naik