JombangBanget.id – Antrean warga mengurus dokumen adminduk, utamanya perekaman KTP elektronik (KTP-el) terus terjadi.
Tidak hanya di kantor dispendukcapil, pelayanan KTP-el di Mal Pelayanan Publik (MPP) juga membeludak.
Sebagian warga bahkan harus mengantre di luar gedung lantaran penuh.
Pantauan di lokasi Rabu (9/7) siang, suasanan pengunjung MPP masih penuh. Sebagian warga terlihat mengatre di luar.
”Sudah sejak pagi dibuka sampai setelah duhur banyak yang antre,” kata Anto salah seorang warga (9/7).
Menurut dia, pemohon banyak yang mengurus adminduk, salah satunya KTP-el.
”Awalnya saya di kantor dispendukcapil, lalu diarahkan ke sini. Entah di sana trouble atau bagaimana, kurang tahu,” imbuh salah satu warga Desa/Kecamatan Diwek ini.
Dia mengurus langsung dokumen ke kantor Dispendukcapil Jombang, lantaran untuk pelayanan KTP-el di kantor kecamatan mandek.
”Di kecamatan sudah tidak bisa, ngurusnya di sini,” ujar Anto.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria mengakui, pihaknya membagi pelayanan di dua tempat.
”Jadi itu tadi (kemarin) karena di kantor (Dispendukcapil Jombang) penuh, akhirnya dialihkan ke sana (MPP Jombang) semua,” kata Masduqi.
Baca Juga: Pelayanan KTP-el di Kecamatan untuk Sementara Dihentikan, Begini Penjelasan Dispendukcapil Jombang
Sama seperti kondisi sebelumnya, menurut Masduqi, penyebab antrean panjang lantaran bersamaan momen liburan, sehingga banyak warga mengurus dokumen adminduk.
”Jadi ini dampak liburan, anaknya yang luar kota juga bisa mengurus dokumen kependudukan. Memang yang paling banyak sekarang perekaman e-KTP,” tutur dia.
Kendati begitu, dia tak menampik penumpukan terjadi imbas layanan KTP-el di kecamatan mandek lantaran blanko terbatas.
”Memang dijadikan satu tempat. Karena keterbatasan blanko, sehingga tidak bisa membagi (ke kecamatan),” ujar Masduqi.
Diperkirakan antrean pemohon bakal berkurang minggu depan.
”Makanya sementara terpusat di sini, tetapi kemungkinan minggu depan jumlah pemohon sudah mulai berkurang lagi sampai 50 persen,” tutur dia.
Diakui, banyaknya pemohon di MPP Jombang membuat warga harus mengantre hingga luar ruangan.
”Karena hampir 300 pemohon itu ada di MPP, sementara kapasitas di sana tidak sampai segitu. Sehingga di dalam tidak muat,” kata Masduqi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz