JombangBanget.id - Pengasuh PP Al-Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdulloh Rif'an Nasir LC, menjelaskan jaminan ampunan bagi orang mukmin.
’’Asal tidak syirik, dosa apapun akan diampuni oleh Allah SWT,’’ tegasnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (9/7).
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi.
Wahai anak Adam! Selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu atas apa yang telah engkau lakukan.
Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu.
Wahai anak Adam! Seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, lalu engkau bertemu dengan-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh itu pula.
Dalam khotbah kedua salat Jumat, khatib diwajibkan memohonkan ampun bagi seluruh orang beriman.
Doa khatib di atas mimbar termasuk doa mustajab.
Dan salah satu bentuk rahmat Allah SWT adalah bahwa ampunan diberikan kepada seluruh kaum muslimin melalui doa tersebut.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Dahulu, ada laki-laki dari umat sebelum kalian yang membunuh 99 orang.
Kemudian dia mendatangi rahib: ’’Aku telah membunuh 99 orang, apakah masih ada jalan untukku bertobat?’’
Baca Juga: Binrohtal: Waktu Adalah Ujian, Ini Empat Syarat agar Tidak Merugi
Si rahib berkata: ’’Tidak ada jalan tobat bagimu!’’ Maka orang itu membunuh si rahib juga, sehingga jumlah yang dibunuh 100 orang.
Dia kemudian mendatangi ulama: Aku telah membunuh 100 orang. Apakah masih ada jalan tobat bagiku?
’’Ya, pintu tobat selalu terbuka. Tetapi, pergilah ke negeri itu, karena di sana ada orang-orang saleh yang menyembah Allah SWT. Beribadahlah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu yang buruk.’’
Dalam perjalanan, ajal menjemputnya. Malaikat azab berkata: ’’Dia belum pernah melakukan satu pun kebaikan sepanjang hidupnya!’’
Malaikat rahmat berkata: ’’Dia telah berniat untuk bertaubat dan berangkat dengan hati yang ikhlas menuju Allah.’’
Maka Allah SWT mengutus malaikat lain sebagai penengah yang memutuskan perkara mereka.
’’Ukur jarak antara tempat dia wafat dengan negeri asalnya dan negeri tujuan. Jika ia lebih dekat ke negeri tujuan, maka ia dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertaubat. Jika lebih dekat ke negeri asalnya, maka ia diperhitungkan sebagai pendosa.’’
Setelah diukur, ia lebih dekat satu jengkal ke negeri tujuan.
Ini karena Allah SWT memerintahkan bumi untuk mengecilkan jarak antara si hamba dan negeri tujuan, agar ia diterima sebagai orang yang bertaubat.
Maka Allah SWT memerintahkan agar dia diampuni dan diterima tobatnya. Lalu ia pun dimasukkan ke dalam surga. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz