Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Awal Panen, Harga Gabah di Jombang Tembus Segini, Petani Berharap Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 8 Juli 2025 | 21:24 WIB
DIPANEN: Petani di Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang menggunakan mesin combine untuk memanen padi.
DIPANEN: Petani di Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang menggunakan mesin combine untuk memanen padi.

JombangBanget.id – Sebagian wilayah di Kabupaten Jombang memasuki panen padi.

Petani semringah lantaran harga jual gabah tinggi sehingga petani mendapatkan keuntungan cukup besar.

Harga gabah beragam mulai Rp 6.800 per kilogram (kg) bahkan ada yang tembus hingga Rp 7.100 per kg.

Mudiono, salah satu petani di Desa Keras, Kecamatan Diwek sumringah.

Pasalnya, pada panen perdana harga gabah tembus Rp 7.100 per kg. Harga jual gabah berbeda, tergantung metode panennya.

’’Harganya mulai Rp 7.000 per kg panen manual, kalau pakai combine Rp 7.100 per kg,” terangnya.

Panen kali ini harganya terbilang cukup tinggi.

Ini juga dampak pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah sebesar Rp 6.500 per kg.

”Ini pengaruh HPP gabah yang menjadi Rp 6.500 per kg,’’ terangnya.

Dibanding panen sebelumnya, nilainya meningkat tajam.

’’Petani untung besar kalau harganya seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Jual Gabah Lebih Terjamin, Petani di Jombang Semangat Tanam Padi

Wilayahnya panen lebih dahulu dibandingkan dengan kecamatan lainnya. ’’Tidak tahu nanti pas panen raya, harganya turun atau tidak,’’ terangnya.

Hal senada disampaikan Bambang. Ia juga bersyukur dengan harga jual gabah saat ini.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga gabah agar petani bisa terus sejahtera. ”Alhamdulillah sudah panen hari ini (kemarin,Red).

Lumayan laku Rp 700 ribu per kuintal atau Rp 7.000 per kg. Kalau bisa pemerintah membantu agar harga ini dipertahankan,’’ harapnya.

Sementara itu, Gunawan, 45, salah satu petani di Desa Pundong, kecamatan Diwek mengaku senang lantaran harga jual gabah tinggi.

Gabahnya dibeli tengkulak dengan harga Rp 6.800 per kg atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg.

”Harganya sekarang bagus, Rp 6.800 per kilogram. Itu keadaan masih basah atau turun dari combine ,” kata Gunawan kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (7/7).

Harga tersebut, lanjut Gunawan, tak termasuk untuk biaya keperluan mesin panen.

”Mesin combine tanggungan petani, sewa per banon 100 (luas sekira 1.400 meter persegi) sekarang Rp 300 ribu. Angkut gabahnya ikut tengkulak,” imbuh dia sembari mengatakan sawah miliknya seluas 9.800 meter persegi.

Dengan harga Rp 6.800 per kilogram, menurut dia, petani sudah meraup untung besar.

”Sudah bagus, dulu itu pernah Rp 4.300 per kilogram, sekarang sudah Rp 6.800 per kilogram,” imbuhnya.

Sementara itu, Ngatimin, salah seorang tengkulak gabah dirinya mengambil gabah di atas HPP.

”Kemarin itu di Gudo sekarang di Diwek,” kata tengkulak asal Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh.

Gabah yang ia beli dari petani kemudian dijual ke gudang di Kecamatan Mojoagung.

”Harga kemarin ke gudang itu Rp 7.100 per kilogram. Belum termasuk kuli panggul untuk bongkar itu Rp 50 ribu per 1 ton,” tutur dia.

Meski kondisi padi ambruk tetap dibeli.

”Jadi sebelum masuk ke gudang nanti dicek lagi, yang nggak ada isinya tidak masuk hitungan,” ujar lelaki yang akrab disapa Mbah Min ini. (yan/fid/jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #panen raya padi #tengkulak #Jombang #bulog #harga gabah #harga #disperta jombang #gabah #naik