JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Madienah, Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya mendidik perempuan.
’’Mendidik perempuan sama dengan mendidik dua generasi. Karena perempuan adalah madrasah pertama,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (12/6).
Mendidik perempuan sama dengan membuat pintar perempuan itu. Sekaligus membuat pintar anak-anak perempuan tersebut.
’’Karena ibu adalah pendidik anak sebelum anak kenal kampus. Ibu mendidik anak sebelum anak kenal guru,’’ terangnya.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sangat senang dengan wanita yang pintar.
’’Istri yang paling dicintai Nabi adalah Aisyah, karena dia yang paling pintar,’’ terangnya.
Nabi bersabda; Yang paling aku cintai di kalangan perempuan adalah Aisyah.
Yang paling aku cintai dari kalangan laki-laki adalah ayahnya, Abu Bakar Assiddiq radiyallahu anhu.
’’Sejarah menunjukkan perempuan itu lebih unggul,’’ ungkapnya.
Ketika memasuki Makkah, Hajar itu masuk lebih dulu 200 meter. Setelahnya baru Nabi Ibrahim alaihissalam masuk.
’’Orang mati syahid pertama di zaman Nabi Muhammad SAW juga perempuan, Sumayyah binti Khayyat,’’ terangnya.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Dua Bentuk Hijrah, Nomor Dua Paling Penting
Orang pertama masuk Islam juga perempuan, Khodijah radiyallahu anha.
’’Pendiri perguruan tinggi pertama juga perempuan, Fatimah al-Fihri,’’ ucapnya.
Dia pendiri Universitas Al-Qarawiyyin. Ini diakui sebagai universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini.
Universitas ini didirikan pada 859 M di Fez, Maroko.
Dari Sayyidah Aisyah radiyallahu anha, ia bercerita, suatu hari seorang perempuan dewasa dan dua anak perempuan menemuinya.
Mereka mengemis. Aku tidak memiliki apapun selain sebiji kurma. Kuberikan kepadanya.
Ia membagi kurma itu kepada dua anak perempuannya. Ia sendiri tidak ikut memakan.
Ia kemudian bangkit lalu keluar. Rasulullah SAW masuk menemui kami. Kukabarkan peristiwa barusan.
Nabi bersabda, ’’Siapa saja yang diuji dalam pengasuhan anak-anak perempuan, lalu ia perlakukan mereka dengan baik, niscaya mereka akan menjadi perisainya dari api neraka.’’
Rasulullah bersabda, ’’Sungguh Allah mewajibkan bagi perempuan dewasa itu surga dan Allah membebaskannya dari neraka sebab pengasuhan anak-anak perempuan.’’
Rasulullah juga bersabda, ’’Siapa saja yang mengasuh dua anak perempuan, niscaya aku dan dia akan masuk surga seperti dua ini.’’ Rasulullah menempelkan dua jarinya.
Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya serta memberikan pakaian kepadanya dari hasil usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa neraka. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz