Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Motivasi dan Cara Bekerja yang Benar dalam Tuhan

Rojiful Mamduh • Minggu, 6 Juli 2025 | 15:23 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya memiliki motivasi bekerja yang benar dalam Tuhan.

’’Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut,’’ tuturnya mengutip Amsal 10:2.

Bagaimana seorang bekerja dan dengan cara apa orang mendapatkan harta kekayaannya.

Hal ini merupakan satu renungan bagi setiap kita orang-orang yang hidup dalam Tuhan.

Ayat di atas mengingatkan dan menasihati kita bahwa: "Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna."

Artinya, berapapun besar hasil yang kita peroleh tidak akan bermanfaat bila diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Sebenarnya kita dapat mengenali dengan baik bagaimana kita bekerja dan mendapat harta benda yang kita miliki.

Ada orang yang bekerja keras, memeras keringat, dan membanting tulang. Ada yang harus kerja lembur atau terus bekerja siang dan malam.

’’Orang yang bekerja keras didasari dengan motivasi penuh hikmat, jujur, dan takut akan Tuhan adalah orang yang menikmati berkat Tuhan.’’

Namun, ada juga orang yang bekerja keras, tidak mengenal waktu istirahat, tetapi sayang motivasi kerjanya penuh kefasikan.

Orang fasik dalam Kitab Amsal adalah ’’orang yang tidak percaya kepada Tuhan, yang berjalan dengan kekuatan atau kehebatannya sendiri, bahkan mengabaikan norma-norma kebenaran.’’

Baca Juga: Renungan Minggu: Berkat Tuhan Tersedia bagi Orang yang Taat

Hidup yang berguna adalah hidup yang selalu menetapkan tujuan-tujuan yang jelas dalam pekerjaan. Tanpa tujuan jelas, kesuksesan tidak akan diraih.

Ketika tujuan sudah ditetapkan, tinggal menjalani pekerjaan untuk memenuhi tujuan tersebut.

Orang fasik sering tidak peduli tentang caranya, apakah cara itu benar atau salah, baik atau buruk, merugikan orang lain atau mematikan usaha orang, itu tidak penting.

Namun, kita dituntut untuk mempertimbangkan dengan baik dan memilih cara yang baik dan benar, cara yang menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.

Bila cara kerja kita benar, harta itu akan memberikan berkat bagi kehidupan kita.

Harta benda dan kekayaan mendatangkan sukacita. Semua orang yang menerimanya akan menikmati dengan damai sejahtera.

Mana yang akan kita pilih, semua ada di tangan kita sendiri.

Pilihlah menjadi orang yang diberkati Tuhan mulai dari cara kerja yang takut akan Tuhan, penuh hikmat, dan bijak untuk mendapatkan harta benda.

Tujuan harus selaras dengan cara kerja yang benar, keduanya tidak dapat dipisahkan.

Pada saat kita memiliki motivasi bekerja dengan benar menurut prinsip firman Tuhan, ada satu jaminan bahwa Tuhan tidak biarkan kelaparan.

Tuhan menyediakan semua yang kita perlukan. Kemurahan-Nya dilimpahkan bagi kita.

Kebenaran itu akan menyelamatkan kita dan semua orang yang ada di sekitar kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja dan Tuhan sendiri yang memberkati pekerjaan kita.

Amsal 10:3, Tuhan tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

’’Pastikan setiap kita untuk tetap memiliki motivasi dan cara bekerja yang benar dalam Tuhan, sehingga hasil pekerjaan kita menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tuhan #motivasi bekerja #Renungan Minggu #GPdI House of Prayer Sawahan #benar #Jombang #pendeta #Petrus Harianto