Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Waktu Adalah Ujian, Ini Empat Syarat agar Tidak Merugi

Rojiful Mamduh • Minggu, 6 Juli 2025 | 14:22 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, Jombang, Dr H Agus Moh Sholahuddin, menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu.

’’Waktu adalah ujian, banyak orang yang rugi dalam hal waktu,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (4/7).

Dia lantas mengutip QS Al Asr 1–3.

Empat syarat agar tidak merugi menurut surat ini: Iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.

’’Semuanya adalah proses perbaikan terus-menerus, yang esensinya adalah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Yang juga merupakan makna dari, hari ini lebih baik dari kemarin,’’ terangnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia beruntung.

Barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin, maka ia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia terlaknat.

Beruntung atau tidaknya seseorang bukan tergantung pada harta, jabatan, atau status sosial, melainkan pada progres spiritual dan amalnya dari hari ke hari.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari.

Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu ikut hilang.

Imam Ghazali  rahimahullah menyatakan:Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menyia-nyiakan waktunya, berarti ia menyia-nyiakan hidupnya.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Keutamaan dan Amalan Bulan Muharram

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikenal sangat menjaga waktu.

Suatu hari ia berkata kepada sahabatnya: Jika aku melewati satu hari tanpa bertambah amal kebaikanku, maka aku anggap hari itu sebagai musibah.

Waktu adalah modal. Manusia akan rugi jika tidak meningkatkan keimanan dan amalnya.

Keberuntungan hakiki adalah bila hari ini lebih baik dari kemarin, baik secara amal, akhlak, atau kedekatan dengan Allah SWT.

Orang beruntung adalah yang mampu memperbaiki dirinya setiap hari.

Syekh Abdul Qodir Aljilani radiyallahu anhu menyatakan; Setiap waktu harus diisi dengan tiga hal.

Melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Menjauhi maksiat. Serta rida dengan ketetapan Allah SWT.

Nabi bersabda; Ahli surga tidak akan menyesali apa pun, kecuali atas waktu di dunia yang mereka lalui tanpa zikir kepada Allah SWT.

Dengan senantiasa zikir ingat Allah SWT, maka iman akan kuat sehingga bisa selalu melakukan ketaatan, menjauhi maksiat dan rida kepada Allah SWT. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #rugi #masjid #waktu #syarat #Binrohtal #Jombang #ujian