JombangBanget.id – Upaya Pemkab Jombang menyurati BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas penanganan tanggul kritis mendapat sinyal poisitif.
Pihak pemilik kewenangan sungai mulai melakukan penanganan.
Di antaranya pemasangan bronjong tanggul Kali Gunting di bendung atau Dam Balongsono Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang.
Pantauan di lokasi, pekerja mengangkut batu kali dari pinggir jalan menuju titik tanggul sisi barat yang longsor.
Beberapa pekerja lainnya memasang batu kali di area itu. Ada dua titik yang mulai dibronjong. Masing-masing tanggul sisi barat dan timur.
”Sebelah timur itu baru selesai dibronjong, tetapi rencananya di atasnya akan ada pekerjaan lagi,” kata Dwi Suhermanto, pekarya operasi Bendung Balongsono dari BBWS Brantas, Minggu (29/6).
Pada senin (9/6) muncul longoran baru di sisi timur. Panjangnya sekira 15 meter. Titik lokasi itu kali pertama yang dilakukan penanganan.
”Pemasangan bronjongnya sudah hampir seminggu,” imbuh dia.
Saat ini yang masih berlangsung penanganan di sisi barat. Lokasi itu merupakan longsor pada awal tahun atau Kamis (23/1) lalu.
”Dulu memang sudah dipasang sand bag (karung berisi tanah), sekarang di situ juga dibronjong,” ujar Dwi.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, usai berkirim surat, sementara ini belum mengetahui persis berapa titik lokasi yang sudah ditangani.
Baca Juga: Tinjau Tanggul Dam Balongsono Longsor, Pj Bupati Jombang Agendakan Rakor dengan BBWS Brantas
”Kami belum menerima laporan lagi, tetapi surat sudah kirim ke sana,” kata Sultoni.
Keterangan diterima pihaknya, tetap dilakukan penanganan.
”Terutama sisi barat itu dulu disampaikan menunggu kondisi memungkinkan, lalu ada efisiensi juga. Sehingga kami tidak komunikasi lagi ke sana,” imbuh dia.
Kendati begitu, saat ini sudah ada satu titik tanggul yang kritis dilakukan penanganan pemilik kewenangan sungai.
”Yang terpenting darurat tertangani. Kalau sekarang sudah ada perbaikan ya alhamdulillah. Karena yang kita khawatirkan di sana tereliminasi atau tidak tertangani,” ujar Sultoni.
Pemasangan bronjong dinilainya cukup efektif.
”Memang yang paling pas dengan kondisi medan yang sulit dan kendala air, itu dengan bronjong. Biarupun darurat, tetapi bisa seterusnya. Selama bukan untuk menutup kebocoran, tetapi mengamankan,” kata Sultoni. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz