JombangBanget.id - Komunitas Arboretum Art Movement bekerjasama dengan Ekosistem Kreatif Brantas menggelar rangkaian Upacara Ranu Ayu.
Upacara ini adalah bentuk seni kejadian berdampak atau impactful happening art yakni bentuk seni yang menggabungkan aksi langsung (peristiwa/kejadian) dengan tujuan sosial, ekologis, atau budaya tertentu.
Ia juga tidak hanya bertujuan untuk dinikmati secara estetika, tetapi juga untuk menggugah kesadaran, mengintervensi realitas sosial, atau menghasilkan perubahan nyata yang penting untuk masyarakat dan lingkungan.
"Ranu Ayu ini adalah bentuk penghormatan kepada alam lingkungan terutama Sungai Brantas sebagai sumber air kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya," Novan Ardiansyah, Ketua Arboretum Art Movement.
Rangkaian ini diawali dengan kegiatan Gayeng Nang Museum yang bertempat di Museum Brantas Jombang pada malam 1 Suro, diwujudkan rasa syukur atas berkah Tuhan Yang Maha Esa.
Lewat kendurenan dan penampilan seni budaya Njombangan termasuk pembacaan tembang Kidung Ranu Ayu Dandhanggulo Pada 1-4.
Dan acara inti diadakan pada perhelatan Pasar Brantas berupa pelaksanaan upacara pengambilan air Brantas dan pembacaan Gawan Sabda Karma yang berisi banyak pitutur untuk menjaga alam lingkungan.
"Kami berterima kasih dan bersyukur atas adanya acara ini. Peringatan Suroan kami menjadi lebih berkesan dan bermakna karena dikemas dengan apik dalam bingkai apresiasi untuk Sungai Brantas." pungkas Leni Puji, salah satu warga Desa Ngogri peserta acara. (fai/fid)
Editor : Ainul Hafidz