JombangBanget.id – Pemkab Jombang berkirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait banyaknya tanggul rusak.
Sedikitnya ada enam titik tanggul kondisinya rusak berat, bahkan mengancam bangunan rumah warga.
Pemkab berharap segera dilakukan penanganan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, pascakejadian banjir beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan identifikasi titik-titik tanggul rusak di sejumlah sungai di Jombang dan mengirimkannya ke BBWS Brantas.
Sebagian kerusakan tanggul bahkan mengancam bangunan rumah warga sehingga membutuhkan penanganan segera.
”Jadi sudah kami kirim minggu lalu secara sistem, karena antarinstansi,” kata Sultoni dikonfirmasi, Senin (23/6).
Ada enam titik kondisi tanggul yang kritis hingga jebol butuh penanganan permanen.
Masing-masing, tanggul Kali Marmoyo di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso yang jebol.
Dua titik di DAS Afvoer Watudakon, masing-masing tanggul jebol di Desa Carangrejo dan tanggul longsor di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben.
Tiga titik lainnnya berada di DAS Kali Gunting, yakni di Desa Mojotrisno dan Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung.
”Serta Kali Gunting di Dam Balongsono (Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito) itu kanan dan kiri tanggul yang rusak sudah kami usulkan,” ujar Sultoni.
Baca Juga: Ancam Permukiman Warga, Tanggul Kali Gunting Mojoagung Jombang Longsor Mulai Ditangani Darurat
Sebagain titik tanggul yang rusak sudah dilakukan penanganan darurat.
Sementara beberapa kerusakan tanggul terlalu parah sehingga membutuhkan penanganan permanen.
”Untuk penanganan belum bisa kami pastikan kapan, namun hasil identifikasi sudah kami kirim melalui surat beserta datanya,” tutur dia.
Biasanya pihak pemilik kewenangan sungai tak langsung melakukan penanganan.
”Karena ada proses identifikasi, survei, hingga studi baru penanganan. Kurang tahu ketika nanti ada perubahan mekanisme penanganan yang dipilih, mungkin melalui swakelola ataupun yang lain,” kata Sultoni. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz