Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Menjaga Lisan Bagian dari Menjaga Iman

Rojiful Mamduh • Kamis, 26 Juni 2025 | 12:29 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan pentingnya menjaga lisan.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (24/6).

Menjaga lisan bagian dari menjaga iman.

Bicaralah hanya yang baik, yang bermanfaat, yang mendekatkan kepada Allah dan sesama.

Jika ragu, maka diam lebih selamat. Sebab diam tanda kebijaksanaan dan kekuatan.

Dalam QS Albaqarah 83 ditegaskan; Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.

Allah SWT memerintahkan agar berkata baik dalam QS Al Ahzab 70.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Lisan anggota tubuh yang kecil, namun memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan dunia dan akhirat.

Dari mulut bisa keluar kalimat yang mengangkat derajat seseorang ke surga. Dari lisannya pula bisa terucap kata yang menyeretnya ke dalam neraka.

’’Empat hal yang bisa merusak pahala puasa semuanya dari lisan; Berdusta, ghibah, adu domba, dan sumpah palsu,’’ terangnya.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Langkah Menghindari Rasisme

Menjaga lisan dan hanya berkata baik, mendatangkan keberuntungan.

Sebaliknya, ucapan buruk merugikan diri sendiri.

Allah SWT berfirman dalam QS Qaf 18; Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Dalam salat, sebelum salam kita dianjurkan berdoa;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Termasuk fitnah kehidupan adalah ucapan yang menyesatkan, menyakiti, atau merusak kehormatan orang lain.

Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyaklah salahnya. Barangsiapa banyak salahnya, maka sedikitlah rasa malunya.

Dan siapa yang sedikit rasa malunya, maka sedikit pula ketakwaannya.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan: Jika engkau ingin berbicara, maka pikirkan dahulu: Jika bermanfaat, katakanlah. Jika tidak, diamlah. Karena sesungguhnya ucapanmu adalah catatan amalmu.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Lisan orang beriman berada di balik hatinya.

Ia tidak akan berkata kecuali setelah memikirkannya. Adapun lisan orang munafik berada di depan hatinya. Ia berkata dahulu, lalu memikirkannya.

Suatu hari, seorang tabi'in melihat seseorang yang selalu diam dan jarang bicara. Ia bertanya, ’’Mengapa engkau tidak banyak berbicara?’’

Orang itu menjawab, ’’Karena aku menghitung ucapanku dan merasa malu kepada Allah jika lisanku lebih banyak bergerak dari amal baikku.’’ (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #menjaga lisan #masjid #lisan #Iman #Binrohtal #menjaga #Jombang #kepatihan