CEDERA akibat kecelakaan lalu lintas sering kali menimbulkan berbagai komplikasi serius.
Salah satunya, kombinasi langka antara hernia diafragma traumatik (HDT) dan diseksi aorta traumatik (DAT).
Kedua kondisi ini sangat berbahaya dan sering kali sulit dideteksi pada tahap awal, terutama karena gejalanya yang tidak spesifik dan bisa tertutupi oleh cedera lain yang dialami pasien.
Pada dasarnya, diseksi aorta traumatik terjadi ketika darah masuk ke lapisan tengah aorta akibat robekan pada dinding dalam pembuluh darah ini, biasanya sebagai akibat dari trauma berat.
Kondisi ini berkembang sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani.
Sementara itu, hernia diafragma traumatik terjadi ketika organ-organ perut seperti lambung atau hati terdorong masuk ke rongga dada akibat robekan pada otot diafragma, yang juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan sirkulasi darah.
Sebuah kasus menarik dilaporkan pada seorang pria berusia 49 tahun yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
Ia mengeluhkan nyeri dada dan nyeri pada tungkai bawah kiri. Pemeriksaan awal menggunakan CT scan thoraks polos menunjukkan adanya ruptur (robekan) pada diafragma dan gambaran mediastinum yang kabur, namun belum mampu mengidentifikasi adanya diseksi aorta.
Pemeriksaan lanjutan dengan CT scan thoraks kontras akhirnya mengungkap adanya diseksi aorta desendens tipe Stanford B, suatu kondisi yang sangat berisiko.
Pasien kemudian segera dirujuk ke rumah sakit rujukan dan menjalani prosedur pemasangan stent aorta untuk menstabilkan kondisi pembuluh darah, dilanjutkan dengan operasi perbaikan hernia diafragma.
Saat operasi, ditemukan bahwa lambung dan omentum telah masuk ke rongga dada sebelah kiri.
Baca Juga: Peranan CT-Scan dalam Deteksi dan Evaluasi Pulmonary Thromboembolism (PTE)
Setelah menjalani perawatan selama 37 hari, pasien berhasil pulih dengan baik.
Kasus ini menyoroti pentingnya peran pencitraan medis, khususnya CT scan thoraks kontras, dalam mendeteksi cedera berat yang sering kali terlewat pada pemeriksaan awal.
Pemeriksaan dengan kontras sangat penting untuk memastikan ada tidaknya diseksi aorta, karena pemeriksaan tanpa kontras sering kali tidak cukup sensitif.
Selain itu, diagnosis HDT juga tidak selalu mudah karena gejalanya bisa samar dan tertutupi oleh cedera lain, sehingga tingkat kewaspadaan klinis yang tinggi sangat diperlukan.
Penanganan dua tahap, yaitu menstabilkan aorta terlebih dahulu melalui pemasangan stent (TEVAR), kemudian memperbaiki efek diafragma, terbukti efektif dan aman.
Pendekatan ini dapat mencegah komplikasi fatal, seperti ruptur aorta atau strangulasi organ perut yang terjepit di rongga dada.
Literatur medis menunjukkan bahwa diseksi aorta yang tidak segera ditangani memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 50% dalam dua hari pertama.
Sementara itu, HDT yang tidak segera diperbaiki dapat menyebabkan kematian jaringan organ perut dan infeksi berat.
Oleh karena itu, diagnosis yang cepat dan penanganan yang terkoordinasi oleh tim multidisiplin sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Kombinasi HDT dan DAT memang sangat jarang terjadi, namun ketika muncul, membutuhkan respons medis yang cepat dan tepat.
Dengan kemajuan teknologi pencitraan seperti CT scan kontras, dokter kini dapat lebih dini mendeteksi dan menangani kombinasi cedera berat ini.
Kesadaran klinis yang tinggi dan kerja sama tim medis dari berbagai disiplin ilmu menjadi kunci utama dalam menghadapi kasus trauma kompleks seperti ini.
Baca Juga: Peran CT Scan dalam Diagnosis Stroke Hemoragik pada Pasien Pediatri
Dengan demikian, keterlambatan diagnosis dapat diminimalkan dan prognosis pasien dapat ditingkatkan secara signifikan.
Dosen pengampu:
Amillia Kartika Sari, S.Tr.Kes, M.T,
Penulis:
Selma Nayla El Rahmah, Robby Lano Aryo Saputro, Wildan Asyrofi Roihan, Desfinta Larasati Iswahyudi, Imroatussolikhah, Casilda Hanandaluna, Nabilah Safa Salsabila
Kelompok 5 PBL CT Scan Program Studi D4-Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga
Referensi:
Smith et al., 2019. Traumatic Aortic Dissection: Diagnosis and Management Strategies. J Trauma Care.
Liu et al., 2021. CT Imaging of Diaphragmatic Injury in Blunt Trauma. Radiology Today.
Editor : Ainul Hafidz