Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Sabar Menanti Jawaban Tuhan

Rojiful Mamduh • Minggu, 22 Juni 2025 | 16:07 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya sabar.

’’Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!,’’ tuturnya mengutip Mazmur 27:13.

Menanti adalah sebuah pekerjaan yang mungkin tidak membutuhkan tenaga besar, tapi bagi kebanyakan orang merupakan hal yang sulit dilakukan.

Suatu pekerjaan yang sangat membosankan, menjemukan dan bahkan sangat menguras emosi.

Mudah sekali kita berkata sabar, tapi tidak mudah dalam praktiknnya.

Orang akan gampang sekali marah, kesal, jengkel dan kecewa ketika harus menanti sekian lama, namun yang dinantikan ternyata tidak kunjung datang.

Dalam perjalanan hidup ini menanti selalu mewarnai keseharian kita.

Saat berobat ke dokter kita harus menanti giliran di ruang tunggu, di supermarket pun kita harus menanti giliran membayar di kasir.

Saat mau menonton sebuah pertunjukan atau pertandingan mau tidak mau kita harus rela mengantri tiket.

Seorang gadis menanti dengan galau akan kepastian hubungan dari pacar. Saat bekerja kita juga menanti waktu tibanya jam pulang kantor.

Istri-istri dengan hati gelisah harus menanti pulangnya suami dari luar kota. Orangtua menanti anak-anak pulang dari sekolah dan sebagainya.

Baca Juga: Renungan Minggu: Ini Cara Memiliki Keyakinan yang Tak Tergoyahkan agar Semangat Tidak Mudah Patah

Tak terkecuali di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

Banyak orang percaya yang tidak tahan ketika harus melewati proses menanti yaitu menanti jawaban doa dari Tuhan, menanti Tuhan bertindak, menanti Tuhan menggenapi janji-Nya.

Ketidaksabaran dalam menanti waktu Tuhan inilah yang seringkali menjadi penghalang untuk kita melihat mukjizat.

Harus kita akui bahwa menanti itu ternyata bukanlah perkara yang mudah.

Karena itu firman Tuhan mengingatkan, ’’Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!" (Mazmur 27:14).

Kata kuatkanlah dan teguhkanlah berarti kita diperintahkan bukan hanya menanti, tetapi menanti dengan sabar, setia dan tetap tidak berubah apapun keadaannya.

Ada berkat disediakan Tuhan bagi orang-orang yang mau mempraktikkan kesabaran dan kesetiannya di dalam penantian terhadap-Nya:  "... Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri."  (Mazmur 37:9).

'Mewarisi negeri' berarti berkat yang diberikan Tuhan bukanlah berkat yang biasa-biasa saja, tapi berkat yang berkelimpahan.

’’Karena itu janganlah menyerah di tengah jalan! "Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu"  Mazmur 25:3a. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tuhan #Renungan Minggu #menanti #jawaban #GPdI House of Prayer Sawahan #sabar #Jombang #pendeta #Petrus Harianto