Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ruhhul Mudarris

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Juni 2025 | 15:23 WIB
Alfian Rohman Rosyid  Pembina Pondok Pesantren Muhammadiyah ’Trentekno’, Ngoro, Jombang
Alfian Rohman Rosyid Pembina Pondok Pesantren Muhammadiyah ’Trentekno’, Ngoro, Jombang

PADA dasarnya setiap orang adalah guru. Ketika terjadi transfer ilmu dari siapa pun kepada siapa pun di situlah terjadi proses pembelajaran.

Namun secara khusus, guru adalah seorang yang memiliki profesi mengajar mendidik dan membimbing di sekolah atau di madrasah.

Orang yang berilmu mendapat derajat lebih dari yang tidak. Allah SWT berfirman.

”Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS Mujadalah 11).

Hal ini menunjukkan begitu penting peran seorang guru dalam pendidikan. Di tangan gurulah pendidikan berhasil atau tidak.

Ada hal yang penting dalam hal mendidik, menurut KH Hasan Abdullah Sahal, Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, yakni ”at-thariqah ahammu mina-l-maddah, wa al-mudarris ahammu mina-t-thariqah, wa ruhu-l-mudarris ahammu mina-l-mudarris nafsihi” (Gontor.ac.id., 28 Desember 2013).

Apabila diterjemahkan secara bebas yaitu ”Ilmu atau pelajaran itu penting, tetapi metode mengajar itu lebih penting.

Metode mengajar itu penting, tetapi guru itu lebih penting. Guru itu penting tetapi jiwa guru itu lebih penting.”

Ada beberapa kriteria dalam ruhhul mudarris.

Pertama, niat.

Setiap perbuatan tergantung dari niat. Siapapun yang memberikan ilmu termasuk seorang guru, niat adalah hal yang mendasar.

Baca Juga: Perumda Perkebunan Panglungan Ditinjau DPRD Jombang, Hasilnya Bikin Wakil Rakyat Ini Geleng Kepala

Ketika tidak ada niat dalam profesi, bisa dipastikan tujuan tidak berhasil dicapai.

Sebaiknya setiap profesi dalam pekerjaan diniatkan dengan ibadah kepada Allah SWT.

”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adz Dzariyat 56).

Kedua, semangat.

Niat saja tidak cukup dalam profesi, tapi aspek etos atau semangat kerja juga bagian dari ruhhul mudarris.

Semangat akan melahirkan kerja keras, disiplin, dedikasi tinggi, tanggung jawab, tekun, loyalitas, percaya diri dan akhirnya produktifitas tinggi.

Dengat semangat yang tinggi, maka tujuan memberikan ilmu dapat diraih.

Ketiga, skill.

Semangat yang tidak dibarengi dengan kompetensi dalam profesi maka akan berdampak pada hasil.

Skill lahir dari dalam dan juga dari luar, artinya yang bisa merubah kemampuan ke yang lebih baik seorang pemberi ilmu adalah dirinya sendiri.

Allah SWT berfirman ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri,” (QS Ar-Ra'd 11).

Perubahan zaman tidak bisa di berhentikan, maka harus diikuti.

Akhirnya, bahwa setiap orang adalah guru. Untuk meraih hasil ilmu yang unggul maka diperlukan niat yang mendalam, semangat yang tinggi dan kemampuan yang luas.

Baca Juga: Pengurus Cabor di Jombang Tolak Tambahan Dana untuk Porprov Jatim, Ini Alasannya

Nasrun minallah.

Penulis:

Alfian Rohman Rosyid

Pembina Pondok Pesantren Muhammadiyah ’Trentekno’, Ngoro, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#Ngoro #Pondok Pesantren #pekerjaan #mendidik #profesi #Jombang #Kalam Jumat #muhammadiyah