Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pengurus Cabor di Jombang Tolak Tambahan Dana untuk Porprov Jatim, Ini Alasannya

Wenny Rosalina • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:01 WIB
Ilustrasi pekan olahraga kabupaten (porkab) untuk persiapan porprov
Ilustrasi pekan olahraga kabupaten (porkab) untuk persiapan porprov

JombangBanget.id – Tambahan dana pelaksanaan pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim dari enam hari menjadi delapan hari untuk tim bulutangkis Jombang ditolak.

Pasalnya, tambahan itu tetap tidak sesuai dengan jadwal pertandingan bulutangkis di Malang.

’’Memang benar, ada tambahan menjadi delapan hari, tapi kami tolak karena kami diminta untuk diam-diam dari cabor (cabang olahraga) lain. Apalagi nilainya tidak sesuai dengan pelaksanaan sesuai THB (technical handbook) bulutangkis,’’ kata Sekretaris Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jombang, Dharu Suwandono.

Bulutangkis mulai berangkat hari ini (19/6). Pertandingan dijadwalkan selama 11 hari sampai 29 Juni mendatang.

Mereka terpaksa berangkat dengan dana seadanya.

’’Sebetulnya kami tidak menolak, tapi kalau diminta diam-diam, kami ya tidak mau, harus transparan,’’ jelasnya.

Bertanding di GOR Uraha Malang, seluruh atlet diwajibkan untuk berhemat. Menyesuaikan dengan uang saku yang diterima dari KONI Jombang.

’’Kami sudah menerima tujuh hari, saat penerimaan ada tambahan satu hari, dari enam hari menjadi tujuh hari, nah tambahan yang delapan hari ini kami tolak,’’ ucapnya.

Bulutangkis hanya diberi kuota tujuh atlet dan satu official. Sedangkan yang daftar Porprov 16 atlet dan empat official. Sisanya menggunakan biaya mandiri.

’’Sambil jalan nanti kami minta bantuan sponsor, mudah-mudahan ada. Yang penting sekarang fokus bertanding dulu,’’ jelasnya.

Sementara itu, selam yang bertanding selama delapan hari hanya mendapat jatah tujuh hari.

Baca Juga: Penentuan Atlet Sepatu Roda Jombang Proyeksi Porprov Jatim Dikeluhkan, Begini Duduk Perkaranya

’’Dari awalnya enam hari, kita ditambah satu hari. Jadi dapat alokasi tujuh hari,’’ kata Gaguk Mariono, pengurus induk cabor selam (POSSI) Jombang.

Kebutuhan satu hari lainnya akan dia atur dari berhemat. ’’Kalau perlu tombok juga tidak apa-apa,’’ tegasnya.

Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menjelaskan, tiap atlet mendapatkan jatah Rp 330 ribu per hari.

Rinciannya, Rp 100 ribu untuk uang makan, Rp 100 ribu untuk penginapan,  Rp 100 ribu untuk uang saku, serta transportasi harian Rp 30 ribu.

Sementara pelatih pendamping mendapatkan Rp 380 ribu per hari.

Rinciannya, Rp 150 ribu untuk uang saku, Rp 100 ribu uang makan, Rp 100 ribu penginapan dan Rp 30 ribu untuk transportasi harian.

Sementara perjalanan pulang pergi Jombang-Malang masing-masing atlet dan pelatih menerima Rp 200 ribu.

Soal tambahan dua hari dari enam hari menjadi delapan hari, Sumarsono membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya tidak memaksakan jika cabor menolak.

’’Tidak semua cabor bertanding lebih dari enam hari, ada yang bertanding hanya dua hari. Itu sisanya kami alihkan ke cabor yang bertanding lebih dari enam hari,’’ jelasnya.

Sesuai kesepakatan, cabor yang bertanding lebih dari enam hari mendapatkan tambahan rata satu hari menjadi tujuh hari.

’’Kami tambahkan dua hari untuk bulutangkis, tapi pengurus tidak mau, ya sudah, harus bagaimana lagi. Karena memuaskan semua orang itu juga tidak mudah,’’ tegasnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Tolak #dana #tambahan dana #Ditolak #Pengurus Cabor #KONI Jombang #Jombang #Porprov Jatim