Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Empat Macam Manusia Berdasarkan Pengetahuan, Nomor Dua Perlu Dimbimbing

Rojiful Mamduh • Minggu, 15 Juni 2025 | 14:14 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan empat macam manusia berdasarkan pengetahuannya.

’’Pertama, orang yang tahu dan tahu bahwa dia tahu,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (11/6).

Ini orang yang berilmu dan sadar akan ilmunya. Mereka mengamalkan ilmunya untuk kebaikan umat. ’’Ini golongan yang paling baik,’’ terangnya.

Allah berfirman dalam QS Azzumar 9. Katakanlah: ’’Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?’’

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Para ulama adalah pewaris ilmu para nabi.

Ulama inilah yang paling takut kepada Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam QS Fatir 28.

’’Orang yang berilmu, mengamalkan ilmunya dan mengajarkan ilmunya memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT,’’ tegasnya.

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Imam Hasan Al-Basri berkata: Ilmu adalah cahaya, dan amal adalah penerang.

Imam Al-Ghazali termasuk contoh orang yang berilmu, mengamalkan dan mengajarkan ilmunya.

Nabi bersabda; Orang yang mengamalkan ilmunya maka akan diberi Allah SWT ilmu yang dia belum tahu.

’’Golongan pertama ini harus kita kumpuli,’’ ucapnya.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Macam Nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

Golongan kedua, orang yang tahu tapi tidak tahu bahwa dia tahu. Dia memiliki ilmu namun tidak menyadari potensi dirinya.

Mereka perlu dibimbing untuk menyadari dan mengembangkan ilmunya.

Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata: Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu menjaga engkau, sedangkan harta engkau yang harus menjaga.

’’Golongan kedua ini seperti orang tidur, sehingga harus dibangunkan,’’ ungkapnya.

Ketiga, orang yang tidak tahu dan tahu bahwa dia tidak tahu sehingga mau belajar.

’’Bodoh itu ada dua macam,’’ terangnya.

Jahlul basit yakni bodoh yang masih mau belajar. Jahlul murokkab yakni orang bodoh yang merasa pintar sehingga tidak mau belajar.

Orang bodoh yang masih mau belajar maka bisa diharapkan suatu saat jadi orang pintar.

Dulu ada seorang sahabat yang buta huruf, namun setelah belajar akhirnya menjadi seorang ulama besar.

Allah SWT mengajarkan agar kita berdoa minta ilmu. Sebagaimana disebutkan dalam QS Taha 11. Dan katakanlah: 'Ya Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.

Rasulullah bersabda: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap sejak dari ayunan ibu hingga liang lahad.

Dulu ada pemuda miskin namun tekun belajar hingga menjadi seorang ulama besar.

Baca Juga: Binrohtal: Kurban itu Ujian untuk Para Kekasih Allah SWT

Keempat, orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu.

Golongan ini tidak sadar akan kebodohannya. Mereka sulit untuk diberi nasihat dan sering menolak kebenaran.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhajj 46. Sesungguhnya orang yang paling buta adalah orang yang buta hatinya.

Rasulullah bersabda: Ada dua jenis orang yang celaka: orang yang bodoh dan orang yang sombong.

Seperti kisah orang yang merasa tahu segalanya namun akhirnya tersesat karena tidak mau menerima nasihat. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #ilmu #macam #empat #manusia #pengetahuan #masjid #ilmu pengetahuan #Binrohtal #Jombang