JombangBanget.id – Jumlah jemaah haji asal Jombang yang meninggal di Tanah Suci bertambah menjadi dua orang.
Shodiqin Usman, 65, jemaah asal Dusun Sawahan, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang dilaporkan meninggal dunia di Saudi Nasional Hospital (SNH) Makkah akibat sakit Pneumonia, Kamis (12/6).
Jenazah Shodiqin dimakamkan di pemakaman Syaraya Makkah.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir membenarkan ada satu lagi jemaah asal Jombang yang meninggal di Tanah Suci.
”Ya, sehingga total ada 2 jemaah haji asal Jombang yang meninggal,” ujar dia.
Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jemaah asal Jombang.
”Semoga amal ibadah beliau diterima, dan keluara yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambahnya.
Dikonfirmasi dari Makkah, Ketua KBIH Thoriqul Jannah H Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim membenarkan kabar tersebut.
Jemaah tersebut, merupakan jemaah KBIH Thoriqul Jannah yang tergabung di kloter 19.
”Ya kami mendampingi proses pemakaman almarhum. Mulai disalatkan hingga dimakamkan,” terangnya melalui sambungan selulernya.
Ia menambahkan, Shodiqin sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Makkah selama kurang lebih dua pekan akibat sakit Pneumonia.
Baca Juga: Lepas Keberangkatan 79 Jemaah Haji Kloter 46, Bupati Warsubi Titip Doa untuk Jombang
Kemudian, pada Kamis (12/6) menghembuskan napas terakhir.
”Beliau dimakamkan di pemakaman Syaraya Makkah,” pungkasnya.
Meninggalnya Shodiqin menambah daftar jumlah jemaah haji asal Jombang yang meninggal di Tanah Suci menjadi dua orang.
Sebelumnya, Imam Sucitro, 49, jemaah haji asal Dusun Sidomulyo, Desa Pucangro, Keamatan Gudo dilaporkan meninggal dunia, Senin (9/6).
Ia dilaporkan mengalami gagal jantung hingga dinyatakan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Ilham Rohim mengatakan, awalnya Imam pergi ke barbershop setelah tuntas melakukan rangkaian rukun haji, Senin (9/6).
Namun, sesampainya di lokasi, ia tiba-tiba mengalami pingsan. Dari kejadian itu, dokter petugas haji Indonesia kemudian melakukan pemeriksaan.
Ia langsung diberikan pertolongan medis pertama. Selanjutnya, jemaah haji kloter 18 Embarkasi Surabaya itu dilarikan ke Al Shifa Hospital Makkah.
”Beliau mau potong rambut di barbershop tiba-tiba pingsan. Kemudian dokter Burhan dan bu Nila ke lokasi untuk melakukan pertolongan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/6).
Namun, nasib berkata lain, sebab saat dalam perawatan, nyawa Imam tidak tertolong.
Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 waktu Arab Saudi (WAS).
”Penyebabnya karena cardiac arrest atau henti jantung,” ucapnya.
Setelahnya, jenazah Imam kemudian disalatkan di Masjidil Haram setelah salat Subuh.
”Jenazah dimakamkan di pemakaman Syaraya Makkah,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz