JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan kiat menjadi kekasih Allah SWT.
’’Nabi Ibrahim alaihissalam menjadi kekasih Allah SWT karena tiga hal,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (12/6).
Pertama, Nabi Ibrahim selalu mendahulukan perintah Allah SWT daripada lainnya.
Nabi Ibrahim sangat lama mendambakan seorang anak hingga akhirnya lahir Ismail.
Namun ketika diperintah menyembelih anak kesayangannya itu, Ibrahim langsung taat.
Ketika Ibrahim mendapat perintah khitan, langsung memotong kulup-nya sendiri dengan kapak.
’’Ketika perintah itu datang, yang ada di dekatku hanyalah kapak. Maka aku langsung memakainya untuk sunat. Ketika aku mencari-cari alat yang lain, aku khawatir akan digolongkan ke dalam orang-orang yang suka menunda perintah-Nya,’’ kata Ibrahim.
Kedua, Nabi Ibrahim selalu tawakal kepada Allah SWT.
Nabi Ibrahim mempunyai 12.000 binatang ternak. Suatu ketika, malaikat Jibril diperintah Allah untuk menguji.
Jibril menyamar sebagai seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Ibrahim.
Jibril berkata, ’’Wahai tuan, saya sangat membutuhkan harta untuk memenuhi hidup saya.’’
Baca Juga: Binrohtal: Ini Amalan dan Keutamaan Hari Arafah, Salah Satunya Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Nabi Ibrahim menjawab, ’’Ambil sepertiga yang kumiliki.’’ Jibril mengujinya lagi; ’’Itu belum cukup, Tuan.’’
Nabi Ibrahim pun dengan santai menjawab, ’’Ambil semua ternak yang kumiliki.’’
Malaikat Jibril yang kagum akan sifat Nabi Ibrahim ini akhirnya mengaku bahwa ia utusan Allah yang diperintahkan untuk menguji.
Ibrahim sangat yakin semua rezeki yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dalam mencari rezeki.
Ibrahim rela semua harta bendanya diambil karena yakin semua sudah ditanggung oleh Allah SWT.
Ketiga, Nabi Ibrahim tidak pernah makan kecuali ada tamu yang menemaninya.
Dia rela berjalan satu hingga dua mil untuk mencari tamu agar dapat makan bersamanya.
Hal ini membuat beliau diberi julukan ’’Abu ad-Duyuf’’ atau bapaknya para tamu.
Suatu ketika Nabi Ibrahim memohon kepada Allah, ’’Wahai tuhanku, aku ingin sekali menjadikan umat Muhammad sebagai tamuku hingga hari kiamat.’’
Allah SWT menjawab, ’’Engkau tidak bisa wahai Ibrahim.’’
Nabi Ibrahim tidak berputus asa dan tetap memohon, ’’Tuhanku, engkau tahu keadaanku dan engkau maha kuasa atas segala sesuatu. Maka kabulkanlah permintaanku wahai Tuhanku.’’
Allah SWT akhirnya mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim disuruh untuk mengambil kapur dari surga dan membawanya ke atas gunung Qubais.
Di atas gunung tersebut, Nabi Ibrahim meniup kapur surga itu. Setiap tempat yang menjadi jatuhnya kapur tersebut akan menjadi garam.
Sehingga garam yang kita nikmati hingga sekarang ini adalah buah permohonan Nabi Ibrahim kepada Allah untuk menjamu umat Nabi Muhammad SAW. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz