JombangBanget.id – Tanggul Kali Gunting di Dusun Sanan Timur, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang yang longsor bersamaan banjir Senin (9/6) mulai dilakukan penanganan darurat, Kamis (12/6).
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang juga akan segera berkirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pemilik kewenangan sungai untuk penanganan permanen.
Pantauan di lokasi, tanggul sepanjang 12 meter yang longsor terpasang sandbag atau karung berisi tanah.
Belasan pekerja dari Dinas PUPR Jombang mengangkut material dari pinggir jalan ke titik tanggul longsor.
”Penanganan darurat dimulai hari ini (kemarin) dengan pemasangan sandbag,” kata Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Mojoagung Sunaryo di lokasi, Kamis (12/6).
Sepanjang tanggul yang longsor akan diperkuat dengan tumpukan material sandbag dengan ketinggian antara 6 hingga 7 meter.
”Jadi, seluruhnya akan dipasang sandbag mulai dari atas sampai dengan lokasi jalan, sementara sisi kiri juga kita ratakan dengan parapet. Tetapi, menggunakan sandbag karena bersifat sementara,” imbuh dia.
Pemasangan sandbag dilakukan karena titik lokasi yang longsor dekat dengan permukiman warga.
Jika dibiarkan terlalu lama, ketika debit air sungai naik dikhawatirkan meluber ke permukiman.
”Makanya sekaligus kita samakan dengan ketinggian parapet,” imbuh dia.
Selain penanganan darurat, pihaknya bakal menindaklanjuti itu ke pemilik kewenangan sungai.
Baca Juga: Jebol Sepanjang 10 Meter, Pemkab Jombang Mulai Tangani Tanggul Sekunder Pilang Hilir Pucangsimo
”Dinas PUPR Jombang akan membuat surat ke BBWS Brantas untuk penanganan permanennya,” ujar Sunaryo.
Sementara itu, Kades Mojotrisno Nanang Sugiarto menerangkan, sebelumnya pemkab sudah melakukan identifikasi ke lokasi longsoran.
Penanganan juga sudah dilakukan.
”Jadi pasangan batu kalinya longsor, dan agak bolong karena tanahnya ikut tergerus,” kata Nanang.
Pihaknya berharap selain penanganan darurat, ke depan diikuti dengan penanganan permanen. Karena, titik longsoran berada dekat dengan permukiman warga.
”Harapan kami bisa cepat ditangani, mengingat dekat permukiman. Dan di atasnya itu ada jalan lingkungan, secara otomatis ketika belum ditangani, jalannya tidak bisa dipakai,” kata Nanang. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz