JombangBanget.id – Petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Jombang merugi besar.
Pasalnya, puluhan hektare tanaman tembakau yang mereka tanam mati akibat terendam banjir.
Beberapa petani bahkan ada yang sampai 2-3 kali tanam ulang.
Seperti yang dialami Riyadi, 70, petani asal Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang.
Ia hanya bisa meratapi nasibnya, melihat tanaman tembakau dengan luas sekitar setengah hektare miliknya mati akibat terendam banjir.
”Kemarin itu airnya besar sekali, sampai terendam semua tanamannya, ya otomatis mati, sudah tidak bisa dilanjutkan lagi,” keluhnya Riyadi saat ditemui di sawahnya, Selasa (10/6).
Ironisnya, bukan hanya sekali ini saja, sebelumnya tanaman tembakau Riyadi juga mati akibat tergenang banjir.
”Ini sudah tanam dua kali, yang terakhir ini usianya sudah sebulan, tapi kena hujan dan terendam lagi, ya pasti mati,” lontarnya.
Ia pun mengaku mengalami kerugian yang cukup besar, setelah dua kali tanam tembakau dan gagal.
”Ini ya sudah habis Rp 5 juta lebih saya karena sudah tanam dua kali dan gagal,” lontarnya.
Tak hanya sawah miliknya, puluhan hektare sawah lain di dusun itu juga merasakan hal serupa. Tanaman tembakau mereka rusak terendam banjir sepanjang Senin (9/6) lalu.
Baca Juga: Atasi Persoalan Banjir, Pemdes Mojowarno Jombang Realisasikan Pembangunan Saluran Drainase
”Kalau di sini ya buanyak, kalau 20 hektare lebih ini, belum lagi di desa-desa sebelahnya ini,” lontarnya.
Kendati demikian, ia mengaku bakal tetap kembali menanam tembakau. Menurutnya, mati urip nandur mbako sudah menjadi prinsip bagi petani di utara Brantas.
”Ini ya persiapan menanam lagi, sedang menyiapkan benih, karena kalau dipaksa padi untungnya tidak seberapa, tapi kalau tembakau kan lumayan dapatnya,” pungkasnya.
Kondisi serupa juga dirasakan petani tembakau di Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso.
Diperkirakan lebih dari 70 hektare tanaman tembakau di desa ini rusak karena terendam air.
”Kemarin memang kondisinya terendam parah, karena Kali Bancang meluap, terus merendam tanaman petani lagi. Totalnya mungkin hampir 80 hektare,” lontar Kepala Desa Kebonagung Yeni Anang Setiawan.
Kejadian seperti ini, lanjut Anang, bukan kali ini saja terjadi. Dalam tiga bulan terakhir, ia menyebut setidaknya petani petani tembakau di desanya sudah tiga kali tanam dan kembali gagal karena hujan dan terendam air.
”Kalau di Kebonagung sudah 3-4 kali, sehingga ya kerugiannya bisa diperkirakan sendiri,” lontarnya.
Menurutnya, meski sudah mengalami kerugian besar, petani di wilayahnya tidak menyerah menanam tembakau.
Hanya saja selain mempertimbangkan faktor cuaca, juga terkendala ketersediaan bibit.
”Kalau tanam kemungkinan masih akan tanam tembakau lagi, cuma masalahnya memang di bibit yang sekarang sulit di dapat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 15 desa tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jombang terendam banjir, Senin (9/6).
Selain menggenangi rumah-rumah warga, air juga menggenangi jalan dan areal persawahan.
Salah satu titik terparah di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Ketinggian muka air mencapai 1,5 meter. Tercatat ratusan rumah warga terdampak.
Selain itu, banjir diperkirakan menggenangi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah utara sungai Brantas. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz