JombangBanget.id - Sekretaris Pergunu Jatim dari PP Al Aqobah, Kwaron, Diwek, Jombang, H Ahmad Faqih, menjelaskan nasihat malaikat Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Ada tiga nasihat yang disampaikan malaikat Jibril,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (15/5).
Pertama, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati.
Ini menegaskan, kehidupan dunia hanyalah sementara.
Sebanyak apapun kenikmatan yang dirasakan, sepahit apapun ujian yang dijalani, semuanya akan berakhir dengan kematian.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran 185. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Juga dalam QS Annisa 78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.
Nabi menyarankan agar sering mengingat mati, karena membuat kita takut berbuat maksiat. Serta semangat beramal saleh mencari bekal akhirat.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Cukuplah kematian sebagai nasihat bagimu.
Dikisahkan, khalifah Harun Ar-Rasyid, saat menjelang wafatnya menangis dan berkata: ’’Wahai yang tidak terperdaya oleh kerajaan dan kekuasaan, sungguh aku tahu bahwa apa yang ku miliki akan aku tinggalkan, dan aku akan memasuki alam yang tak pernah kurasakan sebelumnya.’’
Nasihat kedua, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.
Baca Juga: Binrohtal: Kurban itu Ujian untuk Para Kekasih Allah SWT
Segala cinta duniawi bersifat sementara. Orang tua, pasangan, anak-anak, sahabat — semua akan meninggalkan atau ditinggalkan.
Maka hendaknya cinta dunia tidak melalaikan cinta kepada Allah SWT.
Rasulullah bersabda: Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, karena bisa jadi suatu hari nanti dia akan menjadi orang yang kamu benci.
Imam Syafi’i rahimahullah ketika kehilangan ibunya, berkata: ’’Segala cinta yang tidak disertai dengan cinta kepada Allah akan terputus di akhirat.’’
Nasihat ketiga, berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.
Setiap amal yang dilakukan akan dibalas oleh Allah SWT, baik atau buruk. Dunia adalah ladang amal, dan akhirat tempat panen.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alzalzalah 7-8. Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).
Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata: Dunia berjalan menjauh, dan akhirat mendekat. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi anak-anak dunia.
Alkisah, Imam Ahmad bin Hanbal bermimpi bertemu Allah SWT. Dalam mimpi itu ia bertanya: ’’Ya Rabb, dengan apakah hamba bisa mendekat kepada-Mu?’’
Allah menjawab: ’’Dengan membaca firman-Ku dan mengamalkannya.’’
Kesadaran akan kefanaan dunia. Kesadaran akan sementara-nya cinta duniawi.
Kesadaran akan tanggung jawab amal. Ketiganya menuntun seorang mukmin untuk selalu berada di jalan yang lurus, penuh kesiapan menuju akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengambil pelajaran dan menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah mati.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhasyr 18.
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz