JombangBanget.id - Banjir yang merendam wilayah utara Brantas, Jombang menjadi pukulan telak bagi petani tembakau.
Pasalnya, tanaman tembakau yang baru mereka tanam terancam mati.
”Secara luas lahan 6.000 hektare itu sekitar separonya atau 50 persen yang terendam banjir,” kata Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman, Senin (9/6).
Lasiman belum bisa memastikan berapa luas tanaman tembakau yang terendam. Sebab, belum semua petani memulai tanam.
”Belum semua ditanam tembakau, sekarang masih sebagian kecil. Karena kemarin masih hujan, jadi belum banyak yang tanam,” imbuh dia.
Beberapa yang sudah tanam di antaranya menyebar di Kecamatan Ploso, Kudu, Kabuh hingga Kecamatan Ngusikan.
”Secara otomatis yang sudah tanam ini tembakaunya jelas mati, karena got di sawah sudah tidak mampu menampung air. Saking banyaknya air di sawah,” ujar Lasiman.
Dicontohkan, di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, sebagian petani sudah menanam tembakau.
Namun karena kebanjiran, membuat tanaman tembakau dipastikan mati.
”Sudah tidak ada harapan lagi bisa diselamatkan, apalagi ini tembakau,” tutur dia.
Menurutnya, banjir yang merendam wilayah utara Brantas berasal dari luapan aliran Sungai Marmoyo.
Baca Juga: Catat, Ratusan Kelompok Tani Utara Brantas Dapat Bantuan Pupuk Tembakau dari Pemkab Jombang
”Kali Marmoyo penuh dan luber ke sawah-sawah. Perlu normalisasi di wilayah Ploso ke timur,” imbuhnya.
Sebagian titik sebenarnya sudah dinormalisasi. Hanya saja belum tuntas 100 persen sepanjang sungai.
”Seperti di Gedongombo ke barat itu sudah dinormalisasi, tinggal ke timur atau arah ke Desa Sidokaton, Daditunggal, sampai ke Bakalanrayung (Kecamatan Kudu) itu masih banyak terjadi pendangkalan,” beber dia.
Sungai Marmoyo merupakan sungai vital di utara Brantas.
”Karena sungai-sungai kecil (anak Sungai Marmoyo) itu airnya ke Marmoyo semua. Ketika (Sungai Marmoyo) penuh, yang lain jelas tidak bisa nampung luber-luber,” kata Lasiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony melalui Kepala Bidang Perlindungan Pasca Panen, dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura Akhmad Jani Masyhudi tak menampik banjir berdampak ke lahan pertanian.
Untuk sementara ini, pihaknya masih melakukan pendataan, baik sawah yang terendam banjir maupun dampak ke tanaman.
”Belum ada data yang masuk ke kami, sekarang teman-teman di lapangan masih mendata,” kata Jani. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz