JombangBanget.id – Kondisi jalan kabupaten di utara Sungai Brantas, Jombang belum seluruhnya diterangi penerangan jalan umum (PJU).
Seperti di ruas Ploso-Munung yang masih minim. Kondisi itu mengancam keselamatan pengguna jalan. Juga rawan terjadi tindak kejahatan.
Paket proyek program pagu indikatif kewilayahan (PIK) Rp 10 miliar belum dimulai, lantaran proses pengadaan barang belum tuntas.
Kamis (5/6) malam, mulai dari Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan ke barat terlihat gelap.
Jalan aspal di pinggir tanggul Sungai Brantas ini belum dilengkapi penerangan. Akibatnya, sepanjang jalan gelap gulita.
’’Dari arah RSUD Ploso sampai ke sini, yang ada PJU hanya sampai di Desa Tanggungkramat (Kecamatan Ploso) saja,’’ ujar Suharno salah seorang warga di lokasi.
Kondisi itu membuat pengendara mengandalkan penerangan dari kendaraan.
Tak sedikit lampu depan rumah warga turut membantu penerangan, meski tak bisa maksimal.
Jalan tersebut selama ini ramai pengendara. Karena penghubung antarkecamatan juga ke kabupaten tetangga.
’’Sekarang banyak truk-truk besar yang lewat sini, karena tembus ke Munung (Kecamatan Jatikalen, Nganjuk),’’ terangnya.
Karena gelap, pengendara harus lebih awas saat melintas. Terlebih beberapa titik jalan bergelombang. Setelah baru saja dilakukan penambalan.
’’Ini jalan vital, kalau bisa ada PJU. Kalau gelap begini, rentan kejahatan ketika malam hari,’’ ucap Suharno.
Kondisi serupa juga terpantau di Desa Jatimlerek hingga Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan.
Belum ada satupun penerangan terpasang. Begitu juga di Desa Kampungbaru Kecamatan Plandaan mengarah Desa Plabuhan Plandaan, beberapa titiknya minim penerangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Budi Winarno, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika, mengakui, di Kecamatan Plandaan masih banyak ruas jalan kabupaten belum dilengkapi PJU.
’’Untuk arah Karangmojo sampai Munung memang belum ada, kecamatan (Plandaan) tahun lalu sudah mengusulkan ada PJU di sana pada tahun ini,’’ urainya.
Sampai saat ini pemkab berupaya melengkapi sarana prasarana jalan. Salah satunya melalui program PIK.
Pagu anggarannya sudah diplot Rp 10 miliar bersumber anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025. Menyasar sedikitnya 60 ruas jalan.
Salah satunya di ruas Ploso-Munung. ’’Usulan kecamatan semua kegiatan PIK (untuk PJU) ditaruh di sana. Sehingga akan tuntas sepanjang ruas,’’ papar Yohan.
Kebutuhan di ruas itu diplot Rp 658,9 juta. Dibanding ruas lainnya, paling banyak hanya di sepanjang lokasi itu.
’’Di sana itu nanti hampir 80 titik (PJU) yang akan dipasang,’’ ucapnya.
Dokumen perencanaan seluruh ruas saat ini sudah tuntas. Namun hingga pertengahan tahun belum ada satupun yang dikerjakan.
Alasannya, karena masih dilakukan seleksi penyedia di SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik).
Mengingat paket tersebut proses pengadaan barang dipilih menggunakan e-purchasing dan pengadaan langsung (PL).
’’Sekarang masih proses di SPSE untuk memilih penyedia. Setelah ketemu dilanjutkan kontrak dan pembangunan,’’ ungkapnya.
Sesuai jadwal pelaksanaan, Juli nanti sudah ada penyedia yang dipilih.
’’Jadi secara simultan, tidak bisa serentak langsung. Harus bergantian, Juni pemilihan, Juli sudah ada kontrak dengan penyedia,’’ bebernya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz