Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Berkat Tuhan Tersedia bagi Orang yang Taat

Rojiful Mamduh • Minggu, 8 Juni 2025 | 14:32 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya taat kepada Tuhan.

Tak ada satu orang pun yang punya harapan gagal tanpa hasil apa yang telah dikerjakannya.

Sebaliknya semua pasti berharap berhasil semua yang dikerjakannya.

Suatu saat tiba-tiba Yesus naik ke perahu Simon yang sedang gagal dan kecewa, karena tidak ada hasil tangkapan ikan sepanjang malam.

Rupanya Tuhan punya rencana dibalik kegagalan Simon.

’’Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu,’’ tuturnya mengutip Lukas 5:3.

Dari ayat di atas kita mendapatkan sebuah kebenaran tentang ketaatan.

Sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan berkat bagi anak-anak-Nya yang mau berjalan menurut kehendak-Nya.

Simon yang gagal tanpa hasil, sebelum menikmati berkat Tuhan, terlebih dahulu dia rela menyediakan perahunya bagi Tuhan sebagai sarana untuk memberitakan firman Kerajaan surga.

Bukankah tidak sedikit dari kita yang ingin memperoleh berkat dan mujizat dari Tuhan, tetapi  'enggan menyerahkan perahu'  hidupnya kepada Tuhan.

Banyak yang mau berkat Tuhan, tapi tak mau berkorban untuk pekerjaan Tuhan.

Baca Juga: Renungan Minggu: Tuhan Bisa Mengubah Kekurangan Menjadi Kelebihan

Mereka sangat hitung-hitungan dengan Tuhan!  Berkat yang mereka terima dari Tuhan tak pernah dikembalikan untuk memuliakan nama Tuhan.

Banyak yang mau mujizat tapi tidak mau taat.

Simon, sekalipun malam itu tak memperoleh berkat sedikit pun, namun ketika Tuhan Yesus memerintahkan dia taat.

Seperti dikatakan di Lukas 5:5, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Sebelum Tuhan memberkatinya, dengan rela hati Simon menyerahkan perahunya kepada Tuhan untuk dipakai sebagai sarana pelayanan penginjilan.

Walaupun demikian Simon sama sekali tak mengharapkan suatu imbalan jasa, ia juga tak mengeluhkan tentang kesulitan yang dialaminya kepada Tuhan, tapi Tuhan tahu persis apa yang telah terjadi pada Simon.

Karena itu berkatalah Tuhan,  "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."  (Lukas 5:4).

Bertolak ke  'tempat yang dalam'  memiliki makna rohani:  lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih mengenal Dia secara lebih mendalam.

Untuk memperoleh berkat dan mujizat dari Tuhan kita harus  'tinggal'  di dalam Tuhan dan firman-Nya  (Yohanes 15:7).

Sekalipun situasi dan keadaan tidak memungkinkan, asal kita mau taat akan perintah Tuhan, Dia pasti menolong.

Seperti pengalaman Simon:  "...karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."  (Lukas 5:5).

Mujizat terjadi,  "...mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak."  (Lukas 5:6).

Setelah menerima berkat Simon tetap rendah hati, ia tak merasa bahwa ikan yang diperolehnya adalah karena kehebatannya sebagai nelayan:  "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."  (Lukas 5:8).

Kita melihat bahwa karena ketaatannya untuk melayani Tuhan, maka kegagalannya diubah menjadi keberhasilan.

’’Berkat Tuhan tersedia bagi orang-orang taat melakukan kehendak-Nya!

Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Renungan Minggu #berkat Tuhan #GPdI House of Prayer Sawahan #taat #orang #Jombang #Petrus Harianto