JombangBanget.id - Menyikapi demo yang dilakukan petani di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Dinas Pertanian Jombang menerjunkan tim ke lokasi untuk mendalami permasalahan.
Tim disperta mendalami dugaan serangan hama tikus berkaitan dengan aktivitas pabrik.
“Jadi kami hari ini sudah melakukan survei lokasi, kita lihat kondisinya memang dugaannya tikus ini dari dalam pabrik keluar, bukan di sawah tempatnya,”kata Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Akhmad Jani Masyhudi, Rabu (4/6).
Dugaan itu dikuatkan dengan temuan di lapangan, tidak ditemukannya lubang atau sarang tikus di sawah.
”Jadi, kalau tikus di sawah itu kan pasti ada lubangnya, kami tidak menemukan lubang aktif sama sekali di sini,” imbuhnya.
Jani menduga tikus-tikus keluar dari areal pabrik melalui beberapa celah pada pagar.
Diketahui pula, kondisi pabrik sedang tak ada ayam sehingga makanan tikus ini juga tak ada sehingga dimungkinkan tikus-tikus ini mencari makanan lain di sawah.
”Kondisi di dalam pabrik juga bisa dilihat kan rimbun sekali, dan itu rentan menjadi sarang tikus,” lontarnya.
Apalagi, dari penuturan petani, jenis tikus yang menyerang bukanlah tikus yang umumnya berada di sawah.
Ciri tikus yang menyerang tanaman jagung petani cenderung berwarna abu kemerahan.
”Berbeda dengan tikus sawah yang cenderung kehitaman,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat pihaknya akan segera kembali melakukan rapat dan pembahasan untuk mencari solusi.
Selain kompensasi, menurutnya hal yang lebih penting juga adalah tindakan pencegahan sebagai solusi permanen.
”Ya kita akan pertemukan kembali, kita bahas apa yang bisa dilakukan sebagai solusi permanen. Kompensasi saja tidak cukup, kita perlu pertimbangkan langkah untuk solusi jangka panjang agar kejadian tak terulang terus,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz