JombangBanget.id – Serangan hama tikus ke tanaman jagung petani di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang hingga kini terus berlangsung.
Hektaran sawah petani Dusun Kedungsari rusak diacak-acak tikus.
Tidak hanya merusak batang jagung, tikus ribuan juga mencacah tongkol jagung.
Sejumlah upaya pengendalian sudah dilakukan petani, namun tak membuahkan hasil.
Sedikitnya lahan jagung seluas 5 hektare kini rusak akibat serangan hewan pencacah ini.
Seperti yang terlihat, Rabu (4/6) siang, kondisi tanaman jagung di sejumlah petak sawah warga yang berdekatan dengan pabrik Pokphand rusak parah.
Deretan batang tanaman jagung banyak yang patah. Bagian tongkol jagung juga dicacah.
Tidak hanya menyerang di siang hari, serangan hama tikus justru lebih masif saat malam hari.
”Sebulan terakhir ini makin parah serangannya. Sebenarnya setiap tahun ya begini, tapi tahun ini parah sekali,” terang Rozikin, 35, petani Kedungsari.
Tanaman jagungnya yang mulai berbuah kini kondisinya rusak parah.
Disinggung terkait serangan hama tikus ada kaitannya dengan aktivitas pabrik penetasan ayam, Rozikin tak menampik.
”Sudah bertahun-tahun seperti ini. Tiap selesai bongkar ayam, afkir, tikus yang biasa ada di kandang ayam keluar mencacah tanaman petani di sekitar pabrik. Kalau tidak afkir biasanya aman-aman saja,” terangnya.
Tidak hanya di siang hari, serangan hama tikus justru semakin masif saat malam hari.
”Serangannya kebanyakan malam, dari pabrik, dan yang diserang itu tanaman jagung yang di sekitaran pagar itu,” lontarnya.
Akibat tanaman jagungnya rusak, ia pun merugi besar lantaran gagal panen. Tanaman jagung yang rusak bahkan kini sudah dibabat habis.
”Ya, terpaksa tanam ulang, punya saya sudah dibabati, sudah tanam lagi baru sekarang,” lontarnya.
Saat ini ia mengaku masih waswas lantaran serangan hama tikus masih terus berlanjut.
”Petani di sini semua waswas, sebab seranganya cepat sekali,” bebernya.
Senada, Ketua Poktan Kedungsari, Saiful Fatoni juga membenarkan serangan hama tikus yang menyerang tanaman jagung petani di sekitar pabrik.
Kondisi seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun kali ini serangannya semakin parah.
”Sudah enam tahun selalu begini setiap tahunnya, sebulan terakhir Pokphand mengambili ayam afkir itu parahnya,” ungkapnya.
Saiful menyebut, setiap malam ribuan ekor tikus keluar dari areal pabrik menuju sawah lantaran kehabisan pakan di dalam pabrik, yakni sisa-sisa pakan ayam.
Dampaknya, tanaman jagung petani jadi sasaran.
”Jagung umur 50 hari itu kalau sudah ada buahnya ya diserang buahnya, kalau yang belum ya dipatahin batangnya,” ungkapnya sembari menunjuk beberapa batang jagung yang rusak.
Petani sudah melakukan upaya maksimal menanggulangi serangan hama tikus, mulai memasang jebakan setrum, memberi racun hingga melakukan perburuan tikus.
Namun semuanya tak berhasil mengendalikan serangan tikus.
”Disetrum itu saja semalam bisa dapat sampai satu karung, tapi masih saja nggak ngatasi,” lontarnya.
Dari penghitungan awal, setidaknya lahan jagung seluas 5 hektare sudah rusak alias gagal panen. Petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk tanam ulang.
”Yang sudah terdampak hitungan terakhir itu sekitar 5 hektare, kalau yang masih berpeluang diserang ada sampai 20 hektare,” bebernya.
Petani berharap pihak perusahaan harus bisa memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada petani terdampak.
”Akhirnya kemarin demo ke balai desa itu, kami ya tentu mengharap ada ganti rugi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, belasan petani jagung mendatangi kantor Desa Balongsari, Senin (2/6) siang.
Mereka mengeluhkan tanaman jagung mereka rusak akibat serangan tikus yang diyakini berkaitan dengan aktivitas pabrik PT Pokphand Jombang di wilayahnya.
Para petani menuntut pihak pabrik memberikan ganti rugi.
Suwoto, 54, salah satu perwakilan petani mengatakan, serangan hama tikus begitu masif menyerang tanaman jagung di wilayahnya.
Serangan hama tikus ditengarai terkait dengan aktivitas PT Pokphand.
”Kalau Pokphand bongkar ayam, tikus keluar semua dari pabrik. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Sekarang, sawah kami habis diserbu,” ujar Suwoto.
Jumlah tikus sangat banyak dan sulit dikendalikan. Tingkat serangannya pun masif.
”Dalam semalam, satu bidang sawah seluas 1.500 meter persegi bisa ludes diserang hama tikus,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, PT Pokphand Jombang, melalui Wibowo Eko selaku PJA Area, menyatakan bahwa perusahaan telah berupaya melakukan penanganan maksimal, termasuk pencegahan dan pembasmian hama.
”Dari Pokphand sudah melakukan penanganan. Untuk pencegahan dan pembasmian, kami lakukan semaksimal mungkin. Tetapi karena ini tikus, kita tidak tahu pasti alur keluar-masuknya dari pabrik,” ujar Wibowo saat dikonfirmasi usai musyawarah di Balai Desa Balongsari.
Pihak perusahaan juga akan memastikan tikus tidak keluar dari area peternakan dan menyatakan kesiapannya untuk menanggapi tuntutan warga.
”Kami akan realisasikan perbaikan pagar dalam bulan ini. Untuk penanganan tikus, ke depan akan kami maksimalkan enam bulan sebelumnya. Kami juga sedang melakukan pendataan lahan terdampak untuk proses kompensasi,” jelasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz