JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Kabupaten Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya kurban.
’’Kurban itu ujian untuk para kekasih Allah SWT. Orang yang mau berkurban berarti masuk daftar kekasih Allah SWT,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (2/6).
Ada satu riwayat, malaikat Jibril alaihissalam protes kepada Allah SWT karena Nabi Ibrahim alaihissalam diberi gelar kholilullah atau kekasih Allah.
’’Ya Allah mengapa Ibrahim Engkau beri gelar kholilullah, bukankah dia itu orang yang sibuk dengan kekayaannya dan sibuk dengan keluarganya?’’
Allah menjawab; ’’Wahai Jibril, janganlah kamu menilai hambaKu Ibrahim dari sisi lahiriahnya saja, tapi lihatlah siapa sesungguhnya dan sejatinya Ibrahim itu. Kalau tidak percaya, silakan uji sendiri. Siapa sebenarnya Ibrahim itu.’’
Nabi Ibrahim merupakan sosok yang kekayaannya melimpah. Mempunyai domba 1.000 ekor, sapi 300 ekor, unta 100 ekor belum yang lainnya.
Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Ini jumlah yang menurut orang di zamannya tergolong miliuner.
’’Wajar saja kalau Nabi Ibrahim menurut pandangan Jibril termasuk orang yang sibuk dengan kekayaannya,’’ ungkapnya.
Jibril akhirnya menjelma menjadi Nabi Adam, kemudian menguji Nabi Ibrahim. ’’Wahai Ibrahim, kekayaan sebanyak ini, itu milik siapa?’’.
Ibrahim menjawab semua ini milik Allah, tetapi saat ini masih dititipkan kepada saya, jika sewaktu-waktu diminta Allah tentu akan saya berikan sepenuhnya, tidak akan saya gondeli, jangankan kekayaan, seandainya saya diberi anak kok diminta oleh Allah, maka saya berikan juga.
Menurut Imam Ibnu Katsir, ucapan Nabi Ibrahim yang akan menyerahkan anaknya kepada Allah inilah yang dijadikan bahan ujian.
Baca Juga: Binrohtal, Doa Adalah Inti Ibadah
Allah SWT menguji Ibrahim lewat mimpi supaya menyembelih putranya Ismail.
Ibrahim pun melaksanakan perintah Allah menyembelih putranya.
Ketika Ismail sudah pasrah dan Ibrahim sudah siap, sedetik sebelum Ibrahim mengayunkan pisau untuk menyembelih putranya, Allah berkata; Wahai Ibrahim, cukup.
Apa yang kamu lakukan sudah cukup, dan Ismail diganti dengan domba yang besar. Dan inilah yang kemudian menjadi syariaat kurban.
’’Dari peristiwa spektakuler ini menunjukkan bahwa kesetiaan Ibrahim kepada Allah SWT memang benar-benar lebih besar daripada lainnya. Dan terbukti bahwa Ibrahim dengan kekayaannya yang melimpah ruah tidak menjadikan lalai kepada Allah,’’ bebernya.
Kita sekarang harus bersyukur hanya diperintah menyembelih hewan kurban.
Tidak sampai diperintah menyembelih anak seperti Nabi Ibrahim. Maka mestinya kita senang berkurban setiap tahun.
Makanya sebelum memerintahkan kurban, Allah SWT menegaskan bahwa nikmat yang diberikan kepada kita sangat banyak.
Masak diminta kurban satu kambing saja tidak mau.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alkautsar 1-2. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz