JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya meyakini hadirnya Roh Kudus sebagai penolong yang menyertai kehidupan kita.
’’Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,’’ tuturnya mengutip Yohanes 14:16.
Salah satu warisan paling agung yang Tuhan Yesus tinggalkan bagi umat-Nya bukanlah bangunan, organisasi, atau sistem, tetapi Pribadi Allah yang hidup dan tinggal di dalam kita, yaitu Roh Kudus.
Tuhan Yesus mengatakan: ’’Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.’’
Ini bukan janji biasa. Ini adalah deklarasi bahwa meskipun Yesus secara fisik harus kembali kepada Bapa, namun kehadiran Allah tidak akan pernah meninggalkan orang percaya.
Yesus tidak membiarkan murid-murid-Nya sebagai yatim piatu - tanpa bimbingan, perlindungan, dan arah.
Dia tahu, tanpa kehadiran ilahi yang memimpin dari dalam, umat-Nya akan mudah goyah di tengah dunia yang penuh pergumulan.
Maka, Ia naik ke surga bukan untuk menjauh, tetapi supaya bisa hadir secara lebih dalam dan personal melalui Roh Kudus.
Kehadiran-Nya bukan lagi dari luar, tetapi dari dalam hati setiap orang percaya. Bukan hanya Tuhan beserta kita, tetapi Tuhan di dalam kita.
Makna ’’Penolong yang lain’’ (bahasa Yunani = Paraklētos) diterjemahkan sebagai Penolong, Penghibur, Pembela, atau Penasihat.
Jadi, Roh Kudus bukan pengganti yang lebih rendah, melainkan Pribadi Allah sendiri, memiliki kuasa ilahi yang sama, kasih yang tidak terbatas, dan kesetiaan yang sempurna seperti yang dinyatakan dalam diri Yesus.
Baca Juga: Renungan Minggu: Tuhan Bisa Mengubah Kekurangan Menjadi Kelebihan
Dengan kata lain Roh Kudus adalah kelanjutan dari kehadiran Yesus, tapi dalam bentuk yang lebih dalam, bukan di samping kita, tapi di dalam kita.
Jika Yesus dulu berjalan di samping para murid-Nya, membimbing mereka secara fisik, maka sekarang Roh Kudus berjalan di dalam kita mengarahkan hati, memimpin langkah, dan membentuk karakter kita dari dalam.
Kehadiran Roh Kudus bukan hanya sesuatu yang kita yakini, tapi kuasa yang terus bekerja dalam hidup kita.
Dia menyertai, menguatkan, dan berbicara kepada kita setiap hari melalui Firman, suara hati nurani yang dijamah.
Pemahaman yang benar akan Roh Kudus, maka perjalanan iman kita bukan hanya memahami doktrin atau melakukan ibadah secara lahiriah saja, melainkan hidup yang terus-menerus dituntun oleh Roh Kudus — hidup yang bergerak seirama dengan firman-Nya.
Ketika kita menyadari siapa Roh Kudus sebenarnya, bukan sekadar kekuatan, tetapi Pribadi Allah sendiri yang hidup di dalam kita, maka hubungan kita dengan-Nya akan berubah.
Kita tidak lagi mengabaikan-Nya, tapi mengundang-Nya untuk memimpin dan membentuk kita.
Kita tidak lagi merasa sendiri, karena Penolong yang lain itu kini tinggal dalam diri kita, membawa hadirat Yesus sendiri ke dalam setiap langkah kehidupan kita.
’’Selamat memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz