PADA tanggal 1-10 Dzulhijjah, kita disunahkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh sesuai hadis: ’’Tidak ada hari dimana suatu amal saleh lebih dicintai Allah Azza wa Jalla melebihi amal saleh yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah)”.
Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?
Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’’Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid),” (HR Abu Daud No 2438).
Di bulan Dzulhijjah ini, kita ingat bahwa perintah kurban sudah di syariatkan sejak zaman Nabi Adam alaihissalam dengan kisah Qobil dan Habil yang dikuatkan kembali dengan kisah Sayyidul Anbiya Ibrahim alaihissalam yang diabadikan di Surat Asshoffat 100-107.
Sedemikian dahsyatnya bahasa cintanya Allah SWT kepada seorang hamba yang begitu gigih perjuangan pencarian tuhan dan perjuangan tauhidnya.
Dalam kisah perdebatan Nabi Ibrahim dengan raja Namrud. Serta kesabarannya dalam penantian putra di usia 86 tahun baru dikaruniai anak.
Namun Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih anak yang telah ditunggu-tunggu.
Kata sang anak: ”Wahai ayah lakukanlah apa yang Allah SWT perintahkan insya Allah engkau akan mendapatkanku dalam golongan orang-orang yang sabar,” (QS Asshoffat 102).
Akhirnya Allah SWT menggantikan Ismail dengan gibas yang bagus, seperti dalam ayat ke 107.
Perjuangan kita akan perintah Allah SWT sangat-sangat jauh sekali dengan perjuangan yang dilakukan oleh Nabiyullah Ibrahim alaihissalam.
Berkurban adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT dan wujud kita taat melaksanakan syariat-Nya.
Baca Juga: Binrohtal: Dari Kejujuran, Allah SWT Bukakan Pintu Rezeki dan Kemuliaan Hidup
Sebuah pelajaran dan teladan bahwa apapun perintah Allah SWT maka tidak ada toleransi untuk membantah dan meyakini bahwa itu yang terbaik buat kita.
Akhirnya, semoga Allah SWT memberikan kelapangan rezeki buat kita semua dan kita selalu bisa berkurban setiap tahunnya.
Selalulah menebarkan kebaikan, niscaya kebaikannya akan kembali kepada kita sendiri.
Wallahulmusta’an nasruminalah wafathunqoriib wabasyirilmu’miniin. (*)
Penulis:
Nang Amrullah
Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Zuhal Kusumo, Desa Sengon, Jombang
Editor : Ainul Hafidz