JombangBanget.id - Sekretaris MUI Kecamatan Jombang, KH Agung Bahroni, menjelaskan pentingnya berdoa.
’’Doa adalah inti ibadah,’’ tuturnya mengutip hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, saat ngaji dalam doa bersama di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Sabtu (24/5).
Allah SWT juga memerintahkan kita berdoa. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ghafir 60.
Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.
Doa bukan sekadar permohonan, tetapi merupakan bentuk tertinggi dari penghambaan kepada Allah SWT.
Dalam doa, seorang hamba mengakui kelemahan dan kefakirannya di hadapan Sang Maha Kuasa.
Semakin banyak seorang hamba berdoa, semakin ia menunjukkan ketundukannya kepada Allah SWT.
Kesadaran bahwa kita adalah hamba yang tidak memiliki daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah adalah inti dari tauhid dan keikhlasan.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan.
Wahai hamba-Ku, kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian.
Baca Juga: Binrohtal: Allah SWT Perintahkan Dua Hal Ini di Bulan Dzulhijjah
Semakin seorang hamba mengenal Tuhannya, semakin ia merasa hina dan fakir di hadapan-Nya.
Bersyukur adalah wujud pengakuan atas nikmat. Allah SWT memerintahkan kita tidak hanya bersyukur kepada-Nya, tetapi juga kepada orang tua.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Luqman 4. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.
Bersyukur kepada orang tua berarti menghormati, mendoakan, dan membahagiakan mereka.
Tidak ada bentuk bakti terbaik melebihi membuat mereka tersenyum karena kebaikan kita.
Salah satu cara membahagiakan orang tua adalah dengan memperbanyak sedekah atas nama mereka, apalagi jika mereka telah wafat.
Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat: Ibuku telah meninggal dan ia ingin sekali bersedekah, apakah aku boleh bersedekah atas namanya?
Nabi menjawab, ’’Ya.’’
Sedekah atas nama orang tua, baik mereka masih hidup maupun telah wafat, akan menjadi cahaya dan pemberat amal kebaikan di akhirat.
Imam Ahmad bin Hanbal berkata: Tidak ada bentuk bakti kepada orang tua setelah wafatnya yang lebih utama daripada sedekah atas namanya.
Rasulullah bersabda: Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian; dan jagalah kehormatan kalian, niscaya istri-istri kalian akan menjaga kehormatannya.
Dikisahkan, ada pemuda saleh bernama Muhammad bin Wasi’. Ia setiap hari bersedekah dan berdoa untuk kedua orang tuanya.
Suatu malam, ia bermimpi melihat ibunya berada di taman surga.
Ketika ia bertanya, ’’Bagaimana engkau bisa sampai ke sana, wahai ibu?’’ Sang ibu menjawab, ’’Karena sedekah dan doamu, wahai anakku.’’
Ini membuktikan bahwa amal anak bisa menjadi penyebab bahagia dan selamatnya orang tua, baik di dunia maupun di akhirat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz