JombangBanget.id – Sejumlah petani cabai di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang merugi.
Pasalnya, tanaman cabai mereka rusak lantaran diserang hama patek.
Akibatnya, hasil panen merosot tajam lantaran banyak buah cabai membusuk. Harga jual pun ikut anjlok.
Salah satunya, dirasakan Aan, petani cabai di Dusun Bodo, Jumat (23/5).
Ia menyebut dampak serangan hama patek membuat hasil panennya merosot tajam.
”Lima kali panen hanya dapat 1 kuintal. Kalau musim kemarau, dan tanaman cabai tidak diserang hama patek, hasilnya itu bisa lebih dari 5 kuintal,” keluhnya.
Menurutnya, munculnya hama patek yang menyerang tanaman cabai disebabkan faktor cuaca.
”Beberapa hari hujan terus, akhirnya tanaman cabai kena patek, dampaknya buah cabai banyak yang membusuk,” bebernya.
Berbagai upaya sudah ia lakukan untuk mengatasi serangan hama, namun hasilnya tak maksimal.
”Saya sudah beli obat-obatan pertanian, keluar uang Rp 400 ribu untuk mengatasi hama patek ini, tapi hasilnya cabai saya tetap busuk," papar dia.
Karena kualitas cabai menurun, membuat harga jual di pasaran juga anjlok. Ia biasa menjual hasil panen ke Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri.
Baca Juga: Harga Cabai di Jombang Meroket, Tembus Rp 110 Ribu Per Kilogram
”Sekarang harga cabai di angka Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per kilonya. Untuk harga tersebut bagi petani seperti saya hitungannya rugi,” ungkapnya. Tidak hanya dirinya, nasib yang sama juga dialami petani cabai lainnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz