JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi LC, menjelaskan bahaya berbuat zolim.
’’Perbuatan zolim yang kita lakukan akan membuat kita terhalang masuk surga. Meskipun kezoliman itu dilakukan kepada orang kafir atau ahli neraka,’’ tegasnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (22/5).
Agama Islam sangat sempurna. Tidak hanya menuntut kita dalam menjalankan ritual salat, puasa, zakat dan lainnya saja.
Tetapi juga menuntut kita semua untuk berlaku baik dan menjauhi perilaku zolim kepada sesama.
Andaikan ada kezoliman yang terjadi di antara sesama, maka agama ini menuntut agar menyelesaikannya.
Baik dengan mengembalikan harta yang terambil secara zolim atau meminta rida atas kehormatan yang terlecehkan ataupun dengan sebatas mendoakan kebaikan kepada mereka yang terzolimi di saat itu menjadi kemampuan yang tersisa.
Hal ini semata-mata supaya urusan kezoliman sudah beres sebelum kita memasuki hari dimana uang tidak lagi bisa membayar kezoliman kita yakni hari kiamat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi; Tidaklah layak bagi penduduk surga untuk memasuki surga ketika ia masih memiliki tanggungan kepada orang lain walaupun ia penduduk neraka, hingga Aku membalaskannya, bahkan hanya sebatas tamparan.
Ini menunjukkan betapa Tuhan menampakkan kesempurnaan keadilannya di hari kiamat yang pasti akan kita hadapi.
Bahkan surga seseorang bisa tertunda lantaran kezoliman yang ia lakukan belum terselesaikan di dunia.
Dan sudah semestinya sebagai pribadi mukmin kita mempersiapkan hari itu dengan menyelesaikan segala kezoliman di dunia ini.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Cara Mempercepat Terkabulnya Setiap Doa
Jika hal ini tidak terselesaikan, maka bisa jadi kita masuk dalam golongan orang yang bangkrut; al muflis.
Sebagaimana yang didawuhkan oleh Hadhrotur Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Apakah kalian semua mengetahui siapa itu orang bangkrut?
Para sahabat menjawab: Orang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan juga tidak memiliki harta benda.
Hadhrotur Rasul dawuh: Umatku yang bangkrut adalah mereka yang membawa pahala salat, puasa dan zakat namun ia (ketika di dunia) mencela, menuduh orang lain berzina, memakan harta orang lain, membunuh dan memukul hingga pahalanya diberikan kepada orang ini dan orang itu.
Dan jika pahalanya habis padahal ia masih mempunyai tanggungan, maka kejelekan mereka yang dizolimi dibebankan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.
Tentu kita tidak ingin menjadi orang bangkrut. Demikian pula kita juga tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang surganya tertunda.
Supaya kita terselamatkan, mari kita iringi ritual ibadah kita dengan akhlak dan adab yang baik kepada sesama. Baik ucapan ataupun perilaku.
Kita usahakan bisa memberi manfaat atau setidak-tidaknya, tidak menyakiti orang lain.
Hadhrotusy Syekh KH M Hasyim Asy'ari dalam Adab al Alim wa al Muta'allim mengingatkan kita: Sesungguhnya amal-amal keagaaman, baik yang berupa amalan hati ataupun badan, baik yang berupa ucapan ataupun perbuatan, itu semua tidaklah bernilai kecuali jika itu semua berbalut dengan adab yang baik, sifat yang terpuji dan akhlak yang mulia. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz