Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Ini Cara Memiliki Keyakinan yang Tak Tergoyahkan agar Semangat Tidak Mudah Patah

Rojiful Mamduh • Minggu, 18 Mei 2025 | 13:02 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan.

’’Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi Tuhan,’’ tuturnya mengutip 1 Raja-raja 18:22.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika  dalam sebuah pertandingan atau pertarungan kekuatannya tidak seimbang.

Tentunya kekuatan yang kecil pasti dengan mudahnya dikalahkan.

Namun hal ini tidak terjadi pada zaman Nabi Elia ketika dia hanya sendirian harus menghadapi empat ratus lima puluh orang nabi-nabi Baal.

Pertarungan yang tidak seimbang, antara satu orang versus empat ratus lima puluh orang.

Dan pertarungan ini hendak digelar untuk memenangkan hati sebuah bangsa. Sangat tidak imbang.

Di atas kertas, Nabi Elia yang kekuatannya hanya satu orang tentu tak berdaya.

Apalagi bangsa yang hendak diperebutkan kembali hatinya sudah cenderung berpihak pada yang mayoritas.

Begitulah ketika Elia menantang empat ratus lima puluh nabi Baal di gunung Karmel.

Nabi Elia mau menunjukkan di hadapan bangsa Israel, siapa Tuhan. Mana yang lebih hebat dan berkuasa, apakah Baal atau Allah Israel.

Baca Juga: Renungan Minggu: Berlari kepada Tujuan untuk Memperoleh Panggilan Surgawi Allah

Akhirnya mereka sepakat untuk mempersiapkan korban bakaran tanpa api. Kemudian dimulailah pertarungan yang tidak seimbang itu.

Maka masing-masing akan meminta api kepada kuasa yang mereka percayai sebagai Tuhan (1 Raja-raja 18: 23, 24).

Elia mempersilahkan para nabi Baal lebih dulu untuk memulai. Sejak pagi para nabi Baal mulai meminta api kepada allah mereka.

Namun sampai petang, bahkan sampai mereka melukai diri, tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tertulis dalam Kitab Raja-raja 18:26.

Lalu ketika tiba giliran Elia, ia maju dengan keyakinan penuh. Walau sendirian, ia tahu Tuhannya hidup. Ia percaya Tuhannya adalah Tuhan yang benar.

Ia tak ragu sedikit pun akan Tuhannya yang dahsyat. Itu sebabnya ia bahkan meminta orang menyiram potongan lembu korbannya dengan air, 12 buyung penuh.

Dan ia hanya perlu berdoa dengan lembut. Maka Tuhannya yang hidup mendengar dan menjawab doanya dengan ajaib (ayat 38).

Hingga seluruh Israel kembali sujud kepada Tuhan.

Keyakinan Elia kepada Tuhan tak digoyahkan oleh sedikitnya pendukung yang berpihak kepadanya.

Tak dilemahkan oleh ancaman maupun tantangan yang menghadang.

Keyakinan seperti ini dapat kita miliki juga bila mau terus bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Dengan terus setia mempelajari firman-Nya.

Dan dengan terus melibatkan Tuhan ketika menjalani hidup ini.

Percayalah, jika kita yang tidak seberapa kekuatannya, namun bila kita mengandalkan Tuhan, maka kekuatan Tuhan yang memampukan kita menghadapi musuh atau masalah kehidupan.

’’Jangan buru-buru merasa lemah atau kalah, sebab jika kita selalu mengandalkan Allah, kemenangan pasti terjadi. Milikilah keyakinan yang tak tergoyahkan agar semangatmu tidak patah. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#gpdi house of prayer #Renungan Minggu #goyah #keyakinan #cara #Jombang #pendeta #Petrus Harianto