JombangBanget.id - Dalam pertemuan di kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang, salah satu petugas koperasi Al Kahfi tak menyebutkan secara detail berapa uang nasabah yang ditabung maupun didepositkan.
Namun demikian, ia menyebut, setoran uang nasabah yang melalui dirinya saja mencapai miliaran rupiah.
”Kalau nasabah yang melalui saya itu banyak,” ungkapnya saat ditanya petugas Dinkop dan UM Jombang.
Eko memerinci, sebesar Rp 1 miliar dari salah satu nasabah atas nama Lilik warga Desa Plandi, Kecamatan Jombang dan sebesar Rp 1,5 miliar lagi merupakan uang gabungan dari para nasabahnya lain yang menyetor uang ke KSU Al Kahfi melalui dirinya.
”Namun, soal dana tabungan total di rekening KSU Al Kahfi, saya tak tahu,” tegasnya.
Ia mengaku, sejak Lebaran lalu hidupnya tak bisa tenang. Lantaran ia terus menerus di kejar-kejar nasabah untuk mempertanyakan perihal tabungan di koperasi.
”Saya dikejar-kejar terus padahal uang itu sudah disetorkan ke koperasi dan tercatat di buku tabungan,” tambahnya.
Eko menyadari banyak nasabah yang mengejarnya karena memang proses deposit melalui dirinya.
Namun, ia berdalih jika kesulitan meminta dana dari ketua koperasi. Bahkan parahnya nomornya sendiri diblokir oleh ketua koperasi.
”Saya berupaya menagih uang nasabah ke pak Dadan tapi tidak pernah direspons. Rumahnya yang ada di Jombang kosong, katanya pindah ke Jogja, saat saya tanyakan soal uang nasabah dia hanya menjanjikan,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya Jawa Pos Radar Jombang mengonfirmasi Dadan Surachmat, yang tercatat sebagai ketua pengurus sekaligus manager KSU Al Kahfi tak membuahkan hasil.
Nomor ponsel miliknya juga tak aktif. Sementara itu, upaya untuk menemui Dadan Surachmat di kediamannya, lingkunan Geneng, Kelurahan Jombatan tampak tutup.
”Pak Dadan sudah tidak di rumah. Infonya pulang ke Yogyakarta,” terang warga Geneng yang enggan disebutkan namanya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz