Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Ibadah untuk Kemaslahatan Umat Lebih Utama Dibanding Ibadah Pribadi

Rojiful Mamduh • Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:58 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya mengutamakan kemaslahatan umat.

’’Ibadah untuk kemaslahatan umat itu lebih utama dibanding ibadah pribadi seperti salat tahajud,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (15/5).

Polisi patroli  malam hari untuk mencegah tindak kejahatan dan kriminalitas itu lebih utama dibanding polisi salat tahajud.

’’Jangan dikira polisi patroli malam hari itu tidak dapat pahala. Itu pahalanya besar sekali,’’ terangnya.

Gus Fahmi lalu cerita Imam Syafii kala bertamu ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal.

Putri Imam Ahmad bin Hanbal terkejut. Sejak bakda Isya’ Imam Syafi’i tidak keluar kamar untuk salat tahajud. Tidak pula mengambil wudu.

Imam Syafi’i baru terlihat keluar dari kamar tamu ketika azan Subuh berkumandang.

Selain itu, ada hal ganjil lain yang dilihatnya dari tamu ayahnya itu.

’’Wahai ayah, apakah beliau Imam Syafi’i yang kau ceritakan itu?’’ tanyanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal. ’’Iya,’’ jawab sang ayah, singkat.

’’Aku perhatikan ada tiga hal yang ganjil. Ketika kita hidangkan makanan, ia banyak makan. Ia tidak menunaikan salat tahajud. Lalu ketika salat Subuh, ia tidak berwudu.’’

Imam Ahmad bin Hanbal kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Imam Syafi’i.

Baca Juga: Binrohtal: Bukan Hanya Kesehatan Fisik, Ini Bekal Utama Haji yang Harus Disiapkan Sejak Sekarang

’’Wahai Imam Ahmad, aku banyak makan karena aku tahu bahwa makanan yang engkau hidangkan pasti halal dan engkau dermawan. Makanan halal yang diberikan orang dermawan adalah obat. Aku makan banyak bukan untuk mengenyangkan perutku, tetapi untuk menjadikannya sebagai obat untuk diriku,’’ terang Imam Syafi’i.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk mengisi perut; Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara.

’’Semalam aku memang tidak menunaikan salat tahajud. Sebab ketika hendak tidur, aku melihat seakan-akan Alquran dan hadis terpampang di depan mataku. Aku pun menghabiskan malam dengan melakukan istinbath hukum. Alhamdulillah, 72 masalah Fiqih dapat kuselesaikan dalam semalam. Insya Allah semuanya bermanfaat bagi kaum muslimin.’’

Inilah ulama besar yang sangat memperhatikan urusan umat Islam, hingga semalam suntuk tidak tidur demi memberikan solusi dan kemanfaatan.

’’Adapun mengapa aku salat Subuh tanpa terlihat mengambil air wudu, karena semalaman mataku terjaga dan tidak ada sesuatu yang membatalkan wuduku,’’ ucap Imam Syafi’i.

Jawaban ini membuat Imam Ahmad bin Hanbal semakin mengagumi gurunya itu.

Jawaban ini juga membuat putri Imam Ahmad bin Hanbal merasa malu telah memiliki prasangka yang bukan-bukan terhadap imam agung tersebut.

Imam Syafi’i tidak salat tahajud karena sedang melakukan istinbath hukum, menjawab dan menulis 72 masalah Fiqih demi kemaslahatan umat.

Ini menunjukkan, kemaslahatan umat lebih utama dibanding salat tahajud. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #PCNU Jombang #ibadah #lebih penting #masjid #Binrohtal #Jombang #pribadi #Kemaslahatan Umat