JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan keutamaan wafat di tanah suci Makkah dan Madinah.
’’Orang yang wafat di tanah suci akan bebas dari hisab, makanya banyak ulama yang ingin wafat di tanah suci,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (14/5).
Allah SWT berfirman dalam QS Annisa 100.
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.
Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat.
Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat.
Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat.
Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia mati, kecuali aku akan memberikan syafa’at kepadanya, atau menjadi saksi baginya pada hari kiamat, jika dia seorang muslim.
Nabi juga bersabda; Barang siapa yang meninggal di salah satu tanah haram (Makkah atau Madinah), maka dia tidak akan dihisab dan akan dikatakan kepadanya: ’’Masuklah ke surga.’’
Baca Juga: Binrohtal: Lima Ciri Manusia Mulia di sisi Allah SWT
Orang yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji atau umrah dianggap meninggal dalam keadaan beribadah.
Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang meninggal dunia dalam perjalanan haji atau umrah, maka ia seperti orang yang mati di jalan Allah.
Meninggal di tanah suci juga berarti mendapatkan doa dari orang-orang saleh yang berada di sana.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menyebutkan bahwa disunahkan berdoa agar diwafatkan di tanah suci karena banyaknya keberkahan dan doa dari orang-orang saleh di sana.
Tanah suci Makkah dan Madinah adalah tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah, engkau adalah sebaik-baik bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya.
Meninggal di tempat yang dimuliakan Allah ini menunjukkan bahwa orang tersebut mendapatkan keberkahan yang besar.
Salah satu kisah yang menggambarkan keutamaan meninggal di tanah suci adalah doa Sayidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu.
Umar berdoa: Ya Allah, berikanlah aku anugerah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di tanah Rasul-Mu.
Doa Umar dikabulkan oleh Allah SWT, dan dia wafat di Madinah, menjadi syahid saat menjadi imam salat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz