JombangBanget.id - Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, meramaikan kembali pujasera di Kebonrojo nampaknya masih menemui jalan terjal.
Pasalnya pedagang kaki lima (PKL) masih enggan untuk menempati pujasera tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau DLH Jombang, Amin Kurniawan, membenarkan, PKL masih belum mau menempati pujasera yang ada di dalam Kebonrojo.
’’Kita terus melakukan pendekatan ke PKL biar risiko sosialnya juga sedikit,’’ terangnya.
Pada 24 April pihaknya sempat rapat dengan PKL. Menawari agar PKL yang diluar masuk.
Hanya saja belum ada yang masuk ke dalam. Saat ini ada 32 lapak pujasera yang kosong.
Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan paguyuban PKL yang ada di sekitar Kebonrojo, agar mau menempati pujasera.
Penataan bisa dilakukan apabila sudah ada titik temu antara pemkab dan PKL. ’’Sementara ini masih kami upayakan,’’ katanya.
Terkait dengan revitalisasi Kebonrojo seperti yang PKL minta, DLH belum bisa menjanjikan itu.
’’Untuk renovasi belum ada rencana, kami hanya berencana penataan saja,’’ tegasnya.
Pasalnya, untuk renovasi Kebonrojo harus melakukan pembahasan dan penyesuaian anggaran.
Baca Juga: Penataan PKL Kebonrojo Jombang Belum Rampung, DLH Masih Lakukan Koordinasi Antar OPD
’’Kami masih menyesuaikan dengan struktur anggaran,’’ ucapnya.
Sebelumnya, pemkab sudah melakukan perbaikan ringan area playground dan penambahan penerangan. Pengecatan juga akan dilakukan sesudah tidak hujan.
Hingga saat ini pedagang masih berjualan di pinggir jalan sekitar Kebonrojo. PKL berjejer menjajakan dagangannya di sisi barat dan selatan Kebonrojo.
’’Berjualan di dalam sepi pembeli, karena tidak terlihat dari luar,’’ kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Apabila pemkab ingin pedagang berjualan di dalam, PKL minta renovasi Kebonrojo.
Intinya agar dagangan mereka terlihat dari luar sehingga pembeli tertarik masuk. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz