Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Lima Ciri Manusia Mulia di sisi Allah SWT

Rojiful Mamduh • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:20 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Miftahul Khoir, Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan tanda orang mulia.

’’Di kitab Tanbihul Gafilin disebutkan, ada golongan manusia yang tergolong mulia karena hidupnya dicukupi oleh Allah SWT. Mereka bukan sekadar mulia di mata manusia, tetapi lebih utama: mereka mulia di sisi Allah SWT. Mereka memiliki lima ciri,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (8/5).

Pertama, selalu siap melaksanakan perintah-perintah Allah SWT.

Orang mulia adalah orang yang siap dan sigap dalam melaksanakan semua perintah Allah SWT.

Mereka tidak menunda-nunda kewajiban dan selalu berusaha menyempurnakan ibadahnya.

Allah SWT berfirman di QS Annur 51: Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan: 'Kami mendengar dan kami taat.' Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah.

Dan apabila aku memerintahkan sesuatu, maka lakukanlah semampu kalian.

Kedua, hidupnya selalu memberi manfaat.

Salah satu tanda orang yang dimuliakan Allah SWT adalah keberadaannya membawa manfaat bagi orang lain, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Baca Juga: Binrohtal: Beramal Totalitas, Allah SWT Akan Membalas Tanpa Batas

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Janganlah kalian menjadi beban bagi orang lain. Jadilah manusia yang ringan dan bermanfaat.

Ketiga, manusia aman dari kejelekannya.

Orang yang mulia akan selalu berbuat baik dan menghindari menyakiti orang lain, baik dengan lisan maupun tindakan.

Karena itu, orang-orang merasa aman berada di sekitarnya.

Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim adalah orang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Ibnu Mas'ud radiyallahu anhu berkata: Orang yang benar-benar berakal adalah yang menjaga lidahnya dari menyakiti, tangannya dari merusak, dan hatinya dari iri.

Keempat, tidak iri terhadap kepemilikan orang lain.

Orang yang mulia selalu bersyukur atas apa yang ia miliki, dan tidak pernah iri terhadap nikmat yang dimiliki orang lain.

Allah SWT berfirman di QS An-Nisa 32. Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: Aku tidak pernah melihat orang yang paling zalim dari orang yang iri: dia menderita tanpa dosa orang yang dia iri kepadanya.

Orang yang iri tidak akan pernah merasa cukup, sedangkan orang yang syukur tidak akan pernah merasa kekurangan.

Kelima, selalu mencari bekal untuk kematian.

Orang mulia selalu ingat akhirat dan mempersiapkan diri untuk kematian. Ia sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara.

Allah SWT berfirman di QS. Al-Qashash 77; Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.

Rasulullah SAW bersabda: Orang yang cerdas adalah yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.

Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata: Aku tidak pernah tidur satu malam pun tanpa membayangkan seandainya itu malam terakhirku.

Maka aku menutup hariku dengan tobat dan ibadah. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Mojoagung #Allah SWT #manusia #Mulia #masjid #Mojotrisno #Binrohtal #Jombang #Lima tanda #ciri