Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Dari Kejujuran, Allah SWT Bukakan Pintu Rezeki dan Kemuliaan Hidup

Rojiful Mamduh • Kamis, 8 Mei 2025 | 14:02 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, Jombang, KH Nur Kholis, menjelaskan pentingnya sifat jujur.

’’Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur,’’ tuturnya mengutip QS At-Taubah 119, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (7/5).

Kejujuran adalah mahkota akhlak yang harus senantiasa kita jaga. Alkisah, ada seorang pemuda yang miskin tetapi sangat jujur.

Ia bekerja sebagai pelayan di rumah seorang saudagar.

Suatu hari, ia menemukan sejumlah uang yang tertinggal di meja makan dan mengembalikannya tanpa menunggu ditanya.

Saudagar yang terkesan dengan kejujurannya, kemudian mengangkatnya sebagai pengelola bisnis dan akhirnya menikahkan dia dengan putrinya.

Dari kejujuran itu, Allah SWT bukakan pintu rezeki dan kemuliaan hidup.

’’Kejujuran (ṣidq) itu ada lima,’’ terangnya.

Pertama sidqu fil-Qalb (jujur dalam hati).

Ikhlas dalam niat dan bebas dari riya'. Hati yang tulus adalah awal dari seluruh amal yang diterima oleh Allah SWT.

Kedua, sidqu fil-kalam (jujur dalam ucapan).

Tidak berkata dusta, baik dalam keadaan bercanda maupun serius.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah kalian jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.

Ketiga, sidqu fil-wa’d (jujur dalam janji).

Menepati janji adalah bentuk tanggung jawab dan integritas seorang muslim. Allah SWT berfirman di QS Al-Isra 34.

Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawaban.

Keempat, sidqu fil-‘amal (jujur dalam perbuatan).

Perilaku sesuai dengan ucapan dan keyakinan. Tidak hanya pandai berbicara tapi juga konsisten dalam perbuatan.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Assof 3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Kelima, sidqu fil-hal (jujur dalam sikap).

Tidak berpura-pura miskin atau susah (macak melas) untuk meraih simpati atau keuntungan duniawi. Ini juga mencakup sikap autentik dan apa adanya.

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: ’’Orang yang paling aku cintai adalah yang menunjukkan wajah aslinya.

Imam Malik berkata: Kejujuran adalah tiang dari segala amal. Tanpa kejujuran, amal menjadi gugur.

Abu Bakr Ash-Shiddiq radiyallahu anhu berkata: ‘’Kejujuran adalah amanah dan dusta adalah khianat.

Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri menegaskan: ’’Allah akan mempertemukanmu dengan orang-orang jujur jika engkau jujur, dan akan memisahkanmu dari mereka jika engkau berdusta.’’ (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#lima #Sifat jujur #Polres Jombang #rezeki #Allah SWT #kejujuran #hidup mulia #masjid #jujur #Binrohtal #Jombang