Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: 10 Perkara yang Menyebabkan Hati Mati

Rojiful Mamduh • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:48 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan penyebab hati mati.

’’Ada 10 sebab hati mati sehingga doa tidak dikabulkan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (6/5).

Suatu hari, Ibrahim bin Adham melewati pasar di kota Bashrah.

Orang-orang datang kepadanya dan bertanya: Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman: ’’Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan kalian’ (QS Ghafir: 60). Kami telah lama berdoa kepada-Nya, namun doa-doa kami tidak dikabulkan. Apa sebabnya?’’

Ibrahim menjawab dengan penuh hikmah: Karena hati kalian telah mati oleh 10 perkara.

Pertama, tahu bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah, lalu berikrar tiada tuhan kecuali Allah, tetapi justru tidak tahu cara bertuhan.

Dengan kata lain, orang ini tidak mampu untuk memenuhi hak-hak Allah dan tidak beribadah dengan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Kedua, banyak membaca Alquran tetapi tidak mengamalkan isinya.

Tilawah itu hanya membaca lafalnya, alaupun telah dibaca dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Tetapi belum sampai pada qira'ah, membaca dengan merenungi dan memahami. Ini menjadi penyebab hati mati sehingga doanya tidak terijabah oleh Allah SWT.

Ketiga, mengakui bahwa iblis musuh yang nyata. Tetapi pada saat yang sama, bisikan dan rayuannya masih selalu diikuti.

Baca Juga: Binrohtal, Prinsip Tolong Menolong dalam Hal Kebaikan

Bahkan tidak pernah menolak ajakan setan.

Diproklamirkan kalau setan adalah musuh, tapi ajakannya tidak pernah ditolak, bisikannya masih diikuti, dan kadang-kadang dengan secara sengaja kita memang ingin dan nyaman untuk mengikuti bisikan dan rayuan iblis.

Keempat, mengaku mencintai Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Bahkan mengaku sebagai orang-orang yang membela Rasullah dan mendeklarasikan menjadi bagian dari barisan Rasulullah.

Namun pada saat yang sama, tidak konsistem dalam mengikuti sunah yang telah dipraktikkan Rasulullah.

Mengaku cinta kepada Rasulullah, teriak-teriak sebagai pembela Rasulullah, tapi tidak diwujudkan dan direalisasikan dengan melaksanakan sunah Rasulullah.

Itu adalah dakwah batil, pengakuan yang bohong, pengakuan yang tidak terbukti. Ini menjadi indikator hatinya mati sehingga doanya tidak diijabah oleh Allah SWT.

Kelima, banyak memakan rezeki yang telah dikaruniakan Allah SWT tetapi tidak mensyukurinya dengan baik. Syukur lisan mengucap alhamdulillah.

Hati meyakini nikmat itu dari Allah SWT. Serta menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai perintah Allah SWT.

Keenam, mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak beramal dengan amalan ahli surga.

Ketujuh, mengaku takut neraka tetapi tidak mau menghindari hal-hal yang bisa menjerumuskan ke neraka.

Kedelapan, tahu bahwa kematian pasti akan terjadi, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Nabi bersabda; Orang cerdas adalah mereka yang banyak ingat mati dan akan mencari bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Kesembilan, sering mengebumikan orang mati tetapi tidak mengambil pelajaran dari kematian.

Seharusnya, ketika mengantarkan jenazah ke liang lahat, umat Islam dapat menyadari bahwa seluruh harta yang dimiliki tidak akan dibawa setelah jasad berkalang tanah.

Kesepuluh, selalu sibuk dengan kesalahan orang lain dan mengoreksi kekurangan orang lain.

Namun melupakan kesalahan dan kekurangan diri sendiri.

Nabi bersabda; Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri dibanding aib orang lain. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#penyebab #Polres Jombang #hati #masjid #Binrohtal #Jombang #Perkara #mati #kepatihan