Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Prinsip Tolong Menolong dalam Hal Kebaikan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 3 Mei 2025 | 12:18 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz, Bayt Alquran Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Muhammad Imdad, menjelaskan pentingnya tolong menolong dalam kebaikan.

’’Orang yang menolong dalam kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti melakukan kebaikan itu,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (2/5).

Misalnya polisi menjaga pengajian dan salawatan sehingga berjalan dengan aman.

Maka dia mendapatkan pahala seperti melakukan pengajian dan salawatan.

Polisi menjaga pasar sehingga orang-orang bisa transaksi jual beli dengan aman.

Maka dia mendapatkan pahala dari jual beli tersebut.

Polisi menjaga agar orang bisa berkendara di jalan raya dengan aman, maka mendapatkan pahala dari perjalanan itu.

’’Makanya kita diperintahkan untuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa,’’ terangnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Almaidah 2.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Baca Juga: Binrohtal, Ini Empat Akhlak Dilatih dalam Ramadan yang Harus Diteruskan

Yang disebut kebajikan yakni semua hal yang dinilai baik oleh manusia. Berupa kebaikan-kebaikan yang bersifat umum berhubungan dengan sesama manusia.

Sedangkan takwa adalah hal-hal yang  bersifat vertikal, berhubungan langsung dengan Allah SWT. Seperti puasa, salat, haji dan lainnya.

Gus Imdad menjelaskan, Nabi Muhammmad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;  Tidak datang satu zaman kecuali zaman sesudahnya lebih buruk daripada zaman sebelumnya.

’’Ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi polisi di masa sekarang lebih berat dibanding masa lalu. Dan tantangan yang dihadapi di masa depan akan lebih berat dibanding masa sekarang,’’ urainya.

Karena zaman akan selalu lebih buruk. Tak heran jika bentuk kriminalitas dan kejahatan semakin banyak dan beragam.

’’Makanya diperlukan orang-orang yang berkarakter dan berakhlak. Untuk mengerem agar di zaman kita tidak semakin banyak keburukan,’’ ucapnya.

Salah satu caranya yakni dengan membudayakan ngaji. Karena hanya dengan ilmu seseorang bisa diharapkan menjadi baik dan berakhlak.

’’Setiap usai salat Duhur di masjid Polres Jombang ini ada pengajian. Itu sangat bagus untuk membentuk akhlak yang baik,’’ tegasnya.

Anak-anak juga harus dibekali akhlak. Karena jika tidak, mereka hanya akan membuat orang tua menderita.

’’Misalnya, anak sukses tapi tahu orang tuanya sakit tidak menjenguk karena tidak diajari akhlak. Ini hanya akan membuat orang tuanya ngenes,’’ jelasnya.

Di antara akhlak yang paling penting bagi pejabat yakni berbuat adil. Menjalankan amanah sebaik-baiknya. Tidak korupsi, kolusi dan nepotisme.

’’KH Hasyim Asy’ari mengutip dawuh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Orang yang diberi jabatan kemudian memperkaya diri dengan cara haram, maka dia seperti perampok yang menggunakan pedang,’’ tandasnya.

Kita harus ingat, bahwa setelah kehidupan ada kematian. Ada pertanyaan kubur dan hisab akhirat. Sehingga jangan sampai menghalalkan segala cara.

’’Pastikan yang kita lakukan, siap kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,’’ pesannya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Polisi #masjid #Kebaikan #tolong menolong #Binrohtal #Jombang #Tambakberas