JombangBanget.id – Hingga April, baru ada tiga SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah beroperasi di Jombang.
Rencananya bakal ada tambahan dua dapur.
Masing-masing di SP3T (sentra pelayanan pertanian padi terpadu) Desa Denanyar, Kecamatan Jombang dan di Kecamatan Mojoagung.
”Jadi SPPG yang sudah operasional di Jombang itu, satu di Denanyar (Kecamatan Jombang) dan dua di Tambakberas (Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang),” kata Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Devid Eko Junanto SIP di Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu (27/4) malam.
Dari tiga satuan itu rencananya bakal ada dua tambahan dapur. Lokasinya tersebar di dua wilayah kecamatan.
Masing-masing di Kecamatan Jombang dan Kecamatan Mojoagung.
”Nanti ada dua unit dapur yang berdiri, satu di SP3T Denanyar (Kecamatan Jombang) dan samping koramil (Koramil 0814/10) Mojoagung, namun sekarang belum operasional,” imbuh dia.
Dijelaskan, dalam implementasi penerapan program itu memiliki sistem kemitraan.
”Ada kemitraan dengan TNI, kelompok masyarakat, individu, wiraswasta yang memiliki jasa usaha katering dan sebagainya, juga pondok pesantren,” tutur Devid.
Beberapa masyarakat siap menjalin kerja sama dalam pelaksanaan program itu.
”Namun kemitraan langsung dengan masyarakat ini yang belum termonitor,” kata Devid.
Baca Juga: Ketua DPRD Minta Penerapan MBG di Jombang Dipersiapkan dengan Matang
Sebelumnya, program makan bergizi gratis (MBG) secara bertahap mulai berjalan di Jombang.
Selain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Machfudhoh Wahab di lingkup Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas yang sudah beroperasi, ada juga SPPG Fatayat NU Jatim yang mulai berjalan sejak Senin (24/2).
Meski begitu, pemkab mengaku belum menerima laporan resmi.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan, program MBG secara bertahap sudah berjalan di Jombang.
Namun secara resmi, ia belum menerima laporan terkait implementasi MBG di Jombang.
”Jadi sesuai informasi yang kami terima, beberapa sekolah memang sudah menerima MBG di lingkup Ponpes Tambakberas. Namun kami belum dapat laporan resminya,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang, Senin (24/2). (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz