Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pasar Perak Makin Sepi, Satu per Satu Pedagang Gulung Tikar, Begini Respons Pemkab Jombang

Ainul Hafidz • Selasa, 29 April 2025 | 21:35 WIB
SEPI: Pedagang berada di antara deretan kios Pasar Perak, Jombang banyak yang tutup.
SEPI: Pedagang berada di antara deretan kios Pasar Perak, Jombang banyak yang tutup.

JombangBanget.id – Kondisi Pasar Perak, Jombang hingga kini masih semrawut.

Usai bangunan direhab, banyak pedagang enggan menempati lapaknya di pasar untuk berjualan, terutama pedagang di lantai dua.

Sebaliknya, banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan dengan lapak seadanya. Akibatnya, aktivitas jual beli di area pasar semakin sepi.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang yang masih bertahan di lantai dua lantaran pendapatan mereka terus menurun, bahkan sebagian sudah gulung tikar.

Pantauan di lokasi, tampak deretan kios dan lapak-lapak pedagang di lantai dua  mangkrak alias tak ditempati berjualan.

Sejumlah kios juga masih terpasang segel petugas.

”Setiap hari tetap sepi seperti ini, karena para pedagang banyak yang jualan di luar,” ungkap Muslimin, salah satu pedagang lantai dua Pasar Perak kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama. Bahkan beberapa pedagang yang sebelumnya bertahan di lantai dua satu per satu juga memilih menutup lapaknya lantaran sepinya pembeli.

”Sudah banyak yang tidak jualan, ada yang jualan di bawah. Ada juga yang sudah gulung tikar, karena jualan di sini sepi. Ini tadi dapat Rp 16.000, kalau ramai Rp 60.000, malah kadang itu zonk seperti tiga hari lalu,” imbuh pedagang mainan dan aksesori ini.

Dia berharap pemerintah bisa mengurai permasalahan di Pasar Perak, sebab jika kondisi seperti ini terus dibiarkan berlarut-larut akan semakin sulit ditata ke depannya.

”Paling tidak bisa seperti dulu lagi, karena pasar yang lama dulu sehari biasa laku sampai Rp 100 ribu lebih. Sekarang karena sepi, pembeli nggak banyak yang naik ke atas,” kata Muslimin.

Baca Juga: Komisi B DPRD Jombang Panggil OPD, Dorong Pemkab Tegas Tata Pedagang Pasar Perak

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Pasar Daerah dari Disdagrin Jombang Dewi Rachmawanti Bestari tak menampik kondisi pedagang Pasar Perak masih belum tertata dengan baik.

Banyak kios yang kosong lantaran tak lagi dihuni pedagang. Saat ini pemkab mulai melakukan pendataan BPTU sekaligus mendata ulang pedagang yang menempati kios.

”Untuk penataan masih belum, karena kami sekarang fokus menyelesaikan pendataan BPTU (bukti penggunaan tempat usaha),” ujarnya.

Dijelaskan, pendataan dilakukan terutama kepada pedagang yang masa berlakunya segera habis. BPTU ini sebagai dasar mereka menempati kios pasar.

Untuk perpanjangannya juga gratis.

”Pendataan ini kami lakukan sekaligus untuk mengetahui masa berlaku sudah yang sudah habis itu segera diperpanjang. Karena jangka waktunya selama tiga tahun,” imbuh dia.

Sampai saat ini, pendataan itu belum tuntas. Diharapkan, sebelum akhir Mei nanti pihaknya sudah mengantongi data itu.

”Rencananya sampai 20 Mei, sekaligus mendukung 100 hari kerja bupati,” ujar Dewi.

Untuk diketahui, kondisi sejumlah pasar daerah memprihatinkan.

Seperti yang terjadi di Pasar Perak, usai bangunan pasar direhab, banyak pedagang enggan menempati lapaknya.

Para pedagang lebih memilih berjualan di pinggir jalan.

Berbagai upaya sudah dilakukan pemkab untuk mendorong pedagang agar segera menempati lapaknya.

Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

Sebagai tindak lanjut, pemkab mengambil tindakan tegas dengan menyegel deretan lapak dan kios yang ditinggalkan pedagang.

Data yang dihimpun, Pasar Perak Jombang berdiri di atas lahan seluas 5.380 m2 dengan jumlah sekitar 609 orang pedagang. Rehab Pasar Perak mengalami proses dua tahapan.

Tahap satu, pembangunannya dimulai pada 2021 dengan menyerap anggaran sekitar Rp 6.631.705.000, dan proses pembangunan tahap kedua selesai pada 2022 dengan menyerap anggaran mencapai Rp 4.135.076.000.

Peresmian bangunan pasar dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada April 2023.

Bangunan pasar yang menelan anggaran mencapai Rp 10 miliar direncanakan menjadi pasar percontohan yang menerapkan smart economy atau ekonomi cerdas.

Dalam peresmian itu, Gubernur Khofifah juga me-launching sistem pembayaran retribusi elektronik dan terintegrasi.

Namun dalam praktiknya, alih-alih jadi pasar percontohan, justru kondisi pasar memprihatinkan.

Para pedagang enggan menempati lapak dan lebih memilih berjualan di pinggiran jalan di sekitar pasar.

Bangunan Pasar Perak kini memiliki dua lantai. Untuk lantai dasar terdiri 13 unit, 84 kios, lesehan 12 los; gledek 160 unit; kamar mandi 1 unit, dan ipal 1 unit.

Sedangkan di lantai dua terdiri dari kantor pengelola pasar, 152 kios, kamar mandi 2 unit, lesehan 5 los.

Komoditas yang dijual di lantai dasar adalah tempat pedagang yang menjual bermacam komoditas basah seperti sayuran, daging, ikan, buah, olahan kedelai, telur hingga pedagang bunga.

Sedangkan di lantai dua menjual bermacam komoditas kering seperti pakaian, aksesoris, perhiasan, tas, buku, hingga alat pertanian. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #pedagang #sepi #Jombang #pasar perak #gulung tikar