JombangBanget.id – Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) reguler tahap II resmi ditutup, Jumat (25/4).
Kemenag Jombang memastikan tidak ada perpanjangan pelunasan.
Sehingga calon jemaah yang belum melakukan pelunasan dipastikan gagal berangkat.
”Hari ini sudah ditutup. Insya Allah tidak ada perpanjangan,’’ ujar Kepala Kemenag Jombang Muhajir, Jumat (25/4).
Ia mengatakan, dari informasi yang ia diterima, jumlah calon jemaah yang belum melakukan pelunasan sebanyak 324 orang.
”Itu, update yang saya terima siang tadi (kemarin), jumlah rekap total masih dalam proses,’’ jelas dia.
Dijelaskan, CJH yang sudah melunasi Bipih akan berangkat ke Makkah pada 6 Mei mendatang.
Terdapat tiga kelompok terbang (kloter) untuk Kabupaten Jombang.
Masing-masing kloter 18 dan 19 yang akan berangkat 6 Mei pukul 10.00 pagi dari Pendopo Kabupaten Jombang.
Sedangkan kloter ketiga, masih dalam pembahasan karena mereka mayoritas CJH yang baru melunasi di tahap II.
”Yang ketiga ini masih dalam pembahasan. Insya Allah secepatnya kami putuskan,’’ papar dia.
Ia menyampaikan, jumlah jemaah yang tergabung dalam kloter 18 ada 377 jemaah.
Begitupun di kloter 19 ada 377 jemaah. Artinya, jemaah asal Jombang yang berangkat pada 6 Mei sebanyak 754 orang.
”Untuk total keseluruhan masih dalam penghitungan,’’ jelas dia.
Berdasarkan informasi yang ia dapat, sebanyak 324 CJH yang tidak melakukan pelunasan Bipih.
Ada beberapa faktor CJH tidak melakukan pelunasan biaya haji. Pertama faktor ekonomi, hingga penggabungan suami/istri, dan orang tua anak.
”Kita sudah lakukan konfirmasi, jadi ada beberapa faktor itu,’’ jelas dia.
Selain itu, diakui ada pula jemaah yang sengaja tidak bisa berangkat karena faktor kesehatan.
Data Dinkes Jombang, ada satu CJH yang tidak istitaah. Sehingga secara kesehatan belum dinyatakan mampu.
”Di tahap 1 ada satu CJH yang tidak istitaah. Karena sebagaimana syarat utama haji adalah dinyatakan istitaah,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz