Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jadi Korban Ledakan Petasan Lebaran, 11 Warga Dirawat di RSUD Jombang

Anggi Fridianto • Kamis, 17 April 2025 | 21:22 WIB
ilustrasi mercon
ilustrasi mercon

JombangBanget.id – Jumlah korban petasan meledak selama lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 di Kabupaten Jombang cukup banyak.

Data pasien di RSUD Jombang, total ada 11 warga yang menjadi korban ledakan petasan di Jombang.

Bahkan, lima korban terpaksa terpaksa diambil tindakan amputasi karena mengalami luka serius di bagian anggota tubuh.

Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma'murotus Sa'diyah M Kes menyampaikan, total ada 11 korban ledakan petasan menjalani perawatan di RSUD Jombang selama Lebaran 2025 ini.

”Ya totalnya ada 11 pasien. Namun, jumlah itu hanya yang kami tangani di RSUD Jombang. Kami belum tahu jika ada yang dirawat di RS lain,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (16/4).

Ia menyampaikan, dari 11 korban tersebut, sebanyak lima korban yang terpaksa dilakukan tindakan amputasi.

Sebelum melakukan tindakan operasi, tim dokter dari RSUD Jombang telah melakukan asesmen sesuai prosedur.

Sehingga tindakan amputasi merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menangani pasien.

”Ya, ada lima yang diamputasi,’’ papar dia.

Sedangkan, enam korban lain, tidak dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak terlalu serius. ”Ya enam tidak,’’ jelas dia.

Disinggung kondisi seluruh pasien, dokter Eyik, mengatakan seluruhnya sudah dipulangkan. ”Semuanya sudah pulang karena kondisinya sudah stabil,” papar dia.

Baca Juga: Suasana Lebaran Idul Fitri 1928 di Jombang, Tiga Anak Jadi Korban Petasan hingga Kecelakaan Mobil di Mojoagung

Dijelaskan, 11 korban yang terkena ledakan petasan masing-masing, SS, 33, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Pasien ini dilakukan tindakan amputasi pada jari kaki dan pemotongan jari ketiga pada tangan kiri.

Kedua, MSA, 17, warga Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan yang diamputasi pada satu jari kaki dan jari tangan.

Ketiga, RH, 13, warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan yang diamputasi pada jari tangan dan kaki.

Keempat, YCS, 17, remaja Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno yang dioperasi karena luka bakar cukup seirus.

Kelima, GA, 15 warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek yang dirawat karena luka.

Keenam RGP, 9, bocah asal Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso yang dirawat karena luka. Korban dilaporkan juga mendapat jahitan pada lukanya.

Ketujuh, YB, 25 warga Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro yang dirawat karena terluka.

Kedelapan, MTR, 14, remaja asal Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto yang yang dioperasi karena luka bakar cukup seirus.

Kesembilan, MMH, 13, bocah asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito yang diamputasi pada telapak tangan dan jemari. Ke-10, yakni ACA, 7, bocah asal Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek yang diamputasi pada jari tangan dan kaki.

Terakhir, MJ warga Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang dioperasi karena luka bakar cukup serius.

Pihaknya pun mengimbau, bagi masyarakat khususnya orang tua untuk melarang anak-anak mereka bermain petasan.

”Mengingat besarnya risiko ledakan mercon maka dihimbau dengan sangat agar orang tua dan masyarakat waspada tidak bermain-main dengan mercon,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#mercon #RSUD Jombang #Jombang #korban #ledakan #rumah sakit