JombangBanget.id - Nasib nahas menimpa seorang bocah berusia 12 tahun asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang.
Tangan kanannya mengalami luka parah usai terkena ledakan petasan yang dimainkan bersama sejumlah temannya di pinggir jalan, Sabtu (12/4) sore.
Informasi yang dihimpun, korban berinisial MH, kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena tangan kanannya hancur.
Dari rekaman CCTV, kejadian itu berlangsung cepat. Korban mengalami luka di bagian tangan kanan.
Setelah terkena ledakan petasan, tampak jemarinya mengalami luka serius.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo menerangkan, peristiwa ini terjadi saat korban sedang bermain petasan bersama lima anak rekannya Sabtu (12/4) sore.
”Petasan itu dimainkan di perempatan jalan sekitar pukul 17.20 WIB,” terangnya.
Dari informasi yang ia didapatkan sementara, semula petasan itu sudah disulut.
Namun, setelah ditunggu beberapa saat ternyata petasan tak kunjung meletus.
Mengira sumbu sudah mati, korban berusaha mendekat dan memegang petasan tersebut.
Nahas, tak berselang lama petasan justru meledak saat posisi dipegang korban.
”Menurut yang sudah kami lihat di CCTV. Mercon itu awalnya dianggap mati oleh korban kemudian dipegang namun akhirnya meletus dan mengenai tangan kanan korban,” kata Bagus Tejo.
Ledakan itu sontak melukai tangan korban. Seketika korban langsung berlari menuju sungai dan segera mencelupkan tangannya yang terluka ke dalam air.
Sementara sejumlah teman korban berlari meminta bantuan warga setempat.
Tak berselang lama sejumlah warga mendatangi korban dan membawanya ke rumah sakit di Mojoagung.
”Saat ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif,” imbuhnya.
Terlebih lagi, lanjut Bagus, korban masih terlihat shock dengan kejadian yang dialami.
Kasus ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jombang karena status korban.
”Dari informasi yang kami dapati, korban akan dirujuk ke RSUD Jombang untuk penanganan yang lebih intensif karena luka parah yang dialaminya,” tandasnya.
AKP Bagus menyebut belum mendapatkan keterangan banyak terkait dari mana petasan yang disulut anak-anak tersebut didapat.
”Belum tahu (soal petasan) itu darimana karena masih minim keterangan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz